TREN.BISNISMARKET.COM - PT PLN Indonesia Power (IP) tengah mengukuhkan langkah strategisnya dalam memperluas jejak bisnis energi terbarukan di kancah internasional, khususnya di kawasan Asia Selatan. Pada Rabu (13/5/2026), perusahaan menjajaki potensi besar melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas mencapai 495 Megawatt (MW) di Bangladesh.
Langkah besar ini secara resmi ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PLN Indonesia Power dan mitra lokal dari Bangladesh, yaitu Bay Group. Kerjasama ini menjadi gerbang bagi IP untuk berpartisipasi aktif dalam proses tender energi yang diselenggarakan oleh Bangladesh Power Development Board (BPDB).
Proyek ambisius pengembangan energi surya ini direncanakan akan tersebar di sepuluh lokasi berbeda yang tersebar di seluruh wilayah Bangladesh. Hal ini menunjukkan komitmen kuat untuk menyuplai energi bersih di negara tersebut melalui instalasi skala besar.
Dalam aspek teknis implementasi proyek, Bay Group menunjuk anak perusahaannya, Copenhagen Urban Solar Parks BD LTD (CUSP), sebagai mitra pengembang utama. Penunjukan ini memastikan sinergi operasional yang solid antara kedua belah pihak dalam mewujudkan proyek PLTS tersebut.
Proses penandatanganan kesepakatan penting tersebut disaksikan langsung oleh Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, bersama dengan Managing Director Bay Group sekaligus Chairman CUSP, Ziaur Rahman. Momen ini menandai dimulainya kolaborasi lintas negara yang signifikan.
Bernadus Sudarmanta menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan tonggak awal bagi kehadiran operasional PLN Indonesia Power di pasar energi Bangladesh. Ia mengungkapkan harapan besar terhadap kelancaran pelaksanaan proyek perdana ini.
"Ini merupakan proyek yang pertama bagi kami di Bangladesh, besar harapan kami proyek ini akan berjalan dengan baik. Kami menegaskan kerja sama ini sebagai langkah strategis perusahaan untuk memperkuat posisi di pasar global," ujar Bernadus Sudarmanta, Direktur Utama PLN Indonesia Power.
Penetrasi pasar internasional ini dipandang sebagai upaya strategis perusahaan untuk mengkonversi target pengembangan portofolio energi hijau di luar batas yurisdiksi Indonesia. Hal ini sejalan dengan transisi energi global yang sedang digalakkan.
Ziaur Rahman menyambut baik kolaborasi lintas negara ini, yang dinilai akan mengakselerasi ketersediaan energi bersih di negaranya. Ia menyoroti kapabilitas yang dimiliki oleh BUMN Indonesia tersebut dalam sektor pembangkitan listrik.