TREN.BISNISMARKET.COM - Pekerja Samsung Electronics di Korea Selatan secara resmi memulai proses pemungutan suara pada hari Jumat, 22 Mei 2026, mengenai kesepakatan gaji baru yang telah difasilitasi melalui mediasi pemerintah. Langkah ini diambil untuk menentukan apakah rancangan kesepakatan tersebut akan diterima atau ditolak oleh mayoritas karyawan.
Proses pemungutan suara secara elektronik ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari, dimulai sejak Jumat dan akan ditutup pada 27 Mei 2026, pukul 10.00 waktu setempat. Diperkirakan sekitar 89.000 pekerja akan berpartisipasi aktif dalam menentukan arah penyelesaian perselisihan ini.
Keputusan ini sangat krusial karena kesepakatan yang ada sebelumnya berhasil mencegah potensi aksi mogok kerja yang telah direncanakan selama 18 hari oleh serikat pekerja. Namun, hasil mediasi ini menimbulkan friksi internal yang signifikan di antara berbagai divisi perusahaan.
Ketegangan utama muncul karena rancangan kesepakatan dinilai sangat menguntungkan pekerja di divisi chip memori, terutama terkait bonus besar hingga US$ 416.000 untuk tahun ini. Lonjakan ini dipicu oleh tingginya permintaan global seiring dengan pesatnya tren kecerdasan buatan (AI).
Sebaliknya, karyawan di divisi lain, seperti foundry, chip logika, smartphone, dan peralatan rumah tangga, hanya akan menerima alokasi bonus yang jumlahnya jauh lebih kecil. Kondisi ketimpangan distribusi keuntungan inilah yang memicu kritik keras dari internal serikat pekerja.
"Putaran negosiasi ini pada dasarnya telah berubah menjadi tawar-menawar bonus untuk divisi chip memori," ujar Lee Ho-seop, pemimpin Serikat Pekerja Nasional Samsung Electronics (NSEU).
Lee Ho-seop juga menyampaikan kritik tajam mengenai kualitas proses negosiasi yang tergesa-gesa tersebut. "hasilnya diproduksi secara tergesa-gesa," tambah Lee Ho-seop, pemimpin Serikat Pekerja Nasional Samsung Electronics (NSEU).
Perbedaan pandangan ini menyebabkan polarisasi yang jelas di antara serikat pekerja Samsung Electronics. Blok Samsung Electronics Labor Union (SELU), yang terdiri dari 70.000 anggota dan mayoritas berasal dari divisi chip, cenderung mendukung pengesahan kesepakatan tersebut.
Di sisi lain, Serikat Pekerja Nasional Samsung Electronics (NSEU) yang memiliki 19.000 anggota bersikap kritis terhadap ketidakmerataan manfaat yang ditawarkan dalam kesepakatan gaji baru ini. Selain itu, Samsung Electronics Co Union (SECU) juga menghadiri konferensi pers, meskipun mereka sempat meninggalkan meja perundingan sebelum kesepakatan final tercapai.