TREN.BISNISMARKET.COM - PT Freeport Indonesia (PTFI) telah mengumumkan penyesuaian target produksi emas untuk tahun 2026, yang diproyeksikan mencapai sekitar 21 ton. Angka ini merupakan penurunan dari perkiraan awal sebesar 26 ton, menandakan adanya tantangan operasional yang tengah dihadapi perusahaan tambang raksasa ini.
Penurunan target produksi emas ini berkaitan erat dengan proses peningkatan kapasitas (ramp-up) tambang bawah tanah. PTFI tengah berupaya mengembalikan operasional tambang ke kapasitas normalnya yang diprediksi baru akan tercapai pada tahun 2027 mendatang.
Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, menyampaikan bahwa pada tahun 2026, perseroan menargetkan produksi emas sekitar 700.000 ounces, setara dengan 21 ton. Selain emas, target produksi tembaga juga ditetapkan sekitar 800 juta pound untuk periode yang sama.
"Tahun 2026 itu jumlah logam yang kami akan hasilkan kira-kira 800 juta pound tembaga dan 700.000 ounces emas atau kalau diekuivalenkan ke tonase bisa 21 ton," ujar Tony Wenas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI pada Selasa, 14 Juli 2026.
Target produksi emas pada tahun 2026 ini juga tercatat lebih rendah dibandingkan realisasi produksi tahun 2025 yang mencapai 26,5 ton. Bahkan, realisasi tahun 2025 sendiri sudah lebih rendah dari produksi tahun 2024 yang mencapai sekitar 52,7 ton.
Namun, Tony Wenas memastikan bahwa penurunan produksi pada tahun 2026 ini bersifat sementara. Perseroan memproyeksikan volume produksi akan mengalami peningkatan signifikan mulai tahun 2027 seiring dengan progres ramp-up tambang bawah tanah.
"Kalau kami memasuki 2027 ada peningkatan yang signifikan dari jumlah katoda dan juga jumlah emas yang dihasilkan," ungkap Tony Wenas, mengindikasikan pemulihan operasional yang diharapkan.
Peningkatan produksi di tahun 2027 diprediksi mencapai sekitar 1,2 miliar pound tembaga dan 1 juta ounces emas, atau setara dengan 31 ton. Lebih lanjut, pada tahun 2028, produksi ditargetkan kembali melonjak menjadi sekitar 1,6 miliar pound tembaga dan 1,4 juta ounces emas, yang setara dengan 43 ton.
Kenaikan produksi ini akan didukung oleh peningkatan volume bijih yang ditambang. Pada tahun 2027, PTFI menargetkan rata-rata penambangan bijih mencapai 170.000 ton per hari, meningkat menjadi 208.000 ton per hari pada 2028, dan mencapai 226.000 ton per hari pada 2029.