TREN.BISNISMARKET.COM - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan bahwa penyakit tidak menular, terutama yang berkaitan dengan jantung dan ginjal, kini menjadi beban pembiayaan terbesar bagi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan.

Layanan seperti operasi jantung, penanganan stroke, dan prosedur cuci darah (hemodialisis) teridentifikasi sebagai jenis perawatan yang paling banyak menguras anggaran JKN. Hal ini mencerminkan perubahan signifikan dalam pola penyakit di masyarakat Indonesia.

"Jadi BPJS itu bayarnya apa sih? Bayarnya operasi jantung, operasi stroke, lalu hemodialisis. Hemodialisis itu cuci darah. Jadi dia bayarnya mahal di situ. Nah, ini kenyataan pada saat ini," kata Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes, Maria Endang Sumiwi, dalam sebuah seminar nasional di Jakarta Pusat pada Selasa (14/7/2026).

Berdasarkan Laporan Pengelolaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), empat penyakit kronis mendominasi daftar penyumbang beban biaya terbesar. Pembiayaan untuk penyakit jantung tercatat mengalami kenaikan signifikan.

Data menunjukkan pembiayaan untuk penyakit jantung melonjak dari Rp10,28 triliun pada tahun 2019 menjadi Rp17,35 triliun pada tahun 2025, menandai peningkatan sekitar 68,8%.

Lonjakan beban biaya paling drastis terjadi pada penanganan dan pengobatan gagal ginjal. Angkanya meroket dari Rp2,32 triliun pada 2019 menjadi Rp13,38 triliun di tahun 2025, atau meningkat 476,2%.

Selanjutnya, pembiayaan untuk kanker juga menunjukkan kenaikan substansial, dari Rp3,81 triliun menjadi Rp10,31 triliun, yang berarti meningkat 170,2%. Sementara itu, biaya penanganan stroke bertambah dari Rp2,55 triliun menjadi Rp7,21 triliun, atau naik 182,9% dalam periode yang sama.

Menurut Maria Endang Sumiwi, penyakit kardiovaskular kini mendominasi daftar penyebab kematian di Indonesia. Stroke masih memegang posisi teratas sebagai penyebab kematian nomor satu pada tahun 2023.

"Penyebab-penyebab kematian yang berubah polanya dan sebagian besar sekarang yang mendominasi 10 besar itu adalah kardiovaskuler," ujar Maria.