TREN.BISNISMARKET.COM - Sebuah insiden menegangkan terjadi di Jalan Kapten Tendean, Mampang, Jakarta Selatan, ketika sebuah truk pengangkut alat berat tersangkut di bawah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Peristiwa ini memaksa petugas gabungan bekerja keras selama lebih dari 12 jam untuk mengevakuasi kendaraan tersebut.

Kejadian yang berlangsung sejak Selasa dini hari ini, menyita perhatian publik. Suasana tegang terasa di lokasi dengan suara deru mesin mobile crane yang berpadu dengan instruksi para petugas. Masyarakat sekitar tampak menyaksikan langsung proses evakuasi yang dilakukan dengan penuh kehati-hatian.

Akibat insiden tersebut, sebagian rangka besi dan atap JPO Kapten Tendean dilaporkan roboh. Kerusakan ini terjadi setelah truk bertonase besar tersebut menghantam struktur jembatan yang melintang di atas jalan raya.

Petugas dari Dinas Bina Marga DKI Jakarta terlihat sigap menggunakan tali sling crane untuk memasang pengait pada rangka besi JPO yang tersangkut. Upaya ini dilakukan demi memastikan pengangkatan material jembatan dapat dilakukan dengan aman tanpa menimbulkan kerusakan lebih lanjut.

Sementara itu, tiang-tiang penyangga JPO yang terlihat miring dan nyaris roboh masih ditopang oleh crane. Kondisi ini menunjukkan betapa beratnya upaya yang harus dilakukan untuk mengamankan lokasi dan mengeluarkan truk dari bawah struktur yang rusak.

Setelah pengait terpasang dengan kuat dan material JPO berhasil diangkat, truk yang sebelumnya terjepit akhirnya dapat dikeluarkan dari bawah jembatan. Keberhasilan ini disambut dengan lega oleh seluruh petugas yang telah berjibaku sejak pagi hari di lokasi kejadian.

Selama proses evakuasi berlangsung, aparat gabungan dari unsur TNI, kepolisian, serta perwakilan dari Dinas Bina Marga dan Dinas Perhubungan turut berada di lokasi untuk memastikan keamanan dan kelancaran operasi.

Demi kelancaran proses pengangkatan material JPO, dua ruas Jalan Kapten Tendean terpaksa ditutup sementara. Sistem pengalihan arus lalu lintas diberlakukan hingga seluruh proses evakuasi selesai dan kondisi di sekitar lokasi dinyatakan aman.

"Anggota kami sudah bersiaga di lapangan sejak subuh untuk melakukan pengaturan arus kendaraan bagi masyarakat yang mulai beraktivitas pagi ini. Secara tidak langsung, arus kendaraan masih kami upayakan mengalir lewat lajur dua dan lajur tiga secara bergantian," ujar Kompol Robby Hefados, Kabagbinopsnal Ditlantas Polda Metro Jaya, saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.