TREN.BISNISMARKET.COM - Perum Bulog terus menunjukkan progres signifikan dalam upaya pengadaan beras nasional. Hingga 14 Juli 2026, realisasi penyerapan gabah dan beras yang berhasil dihimpun mencapai 3,4 juta ton.

Angka tersebut setara dengan 85 persen dari target pengadaan beras nasional yang telah ditetapkan sebesar 4 juta ton untuk tahun ini. Pencapaian ini mencerminkan efektivitas strategi Bulog dalam menjaga ketahanan pangan.

Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengumumkan bahwa lima wilayah kerja Bulog telah berhasil melampaui target pengadaan yang ditetapkan. Wilayah tersebut meliputi Jawa Timur, DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, Bengkulu, dan Bali.

Secara spesifik, Jawa Timur menjadi kontributor terbesar dalam upaya penyerapan beras nasional. Wilayah ini berhasil merealisasikan pengadaan sekitar 887.000 ton setara beras, menunjukkan dominasinya dalam pencapaian target.

"Keberhasilan menyerap 3,4 juta ton setara beras merupakan hasil kerja keras seluruh insan Bulog bersama pemerintah, TNI, Polri, pemerintah daerah, petani, kelompok tani, serta para pelaku usaha penggilingan," ujar Ahmad Rizal Ramdhani. Ia menambahkan, "Ini menunjukkan bahwa negara hadir memberikan kepastian pasar bagi hasil panen petani sekaligus memperkuat stok pangan nasional."

Meskipun beberapa daerah telah mencapai bahkan melampaui targetnya, Bulog memastikan bahwa aktivitas penyerapan gabah dan beras dari petani tetap berlanjut. Upaya ini mencakup seluruh wilayah produksi padi di Indonesia.

Optimalisasi jaringan pengadaan, kesiapan infrastruktur gudang, serta kelancaran sarana pengolahan menjadi kunci keberhasilan. Kolaborasi erat dengan berbagai mitra juga terus diperkuat demi mencapai target nasional secara keseluruhan.

"Capaian ini bukan garis akhir. Seluruh jajaran Bulog akan terus bergerak memaksimalkan penyerapan hasil panen petani di seluruh Indonesia," tegas Ahmad Rizal Ramdhani. Ia melanjutkan, "Setiap ton beras yang kami serap merupakan investasi bagi ketahanan pangan nasional dan jaminan kesejahteraan petani."

Penguatan stok melalui produksi dalam negeri ini memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi pemerintah. Hal ini penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan memastikan ketersediaan pangan yang merata bagi seluruh masyarakat.