TREN.BISNISMARKET.COM - Adopsi teknologi digitalisasi telah mendorong perkembangan pesat perangkat rumah tangga berbasis Internet of Things (IoT) yang kini menjadi fondasi utama bagi konsep rumah pintar atau smart home.
Pemanfaatan teknologi ini bertujuan untuk mempermudah pengelolaan pekerjaan rumah tangga, menjadikannya lebih nyaman, aman, sekaligus mendukung efisiensi energi bagi penghuni.
Salah satu pelopor lokal yang berfokus pada solusi smart living terjangkau adalah Bardi Smart Home, sebuah produsen produk smart home yang merupakan karya anak bangsa Indonesia.
Founder Bardi Smart Home, Ryan Maurice Tallulah, mengungkapkan bahwa potensi pasar IoT secara keseluruhan di Indonesia sangat besar, diperkirakan mencapai Rp 200 triliun.
Namun, Ryan Maurice Tallulah menyoroti bahwa kontribusi spesifik dari segmen smart home dalam total pasar IoT tersebut saat ini baru menyentuh angka Rp 1 triliun.
"Di Bardi Smart Home, pertumbuhan pasar smart home baru mencapai belasan persen per tahun sehingga masih memiliki peluang pertumbuhan yang besar," ujar Ryan Maurice Tallulah.
Saat ini, posisi Indonesia masih dominan sebagai pasar bagi produk-produk smart home impor maupun lokal, sehingga perlu dukungan signifikan untuk bertransformasi menjadi pusat inovasi dan produsen utama.
Untuk meningkatkan penetrasi produk lokal di pasar domestik dan mencapai status tersebut, diperlukan berbagai upaya strategis guna memperluas jangkauan pasar dalam negeri.
Pembahasan mengenai prospek bisnis dan tantangan yang dihadapi oleh industri smart home di Indonesia ini diulas lebih lanjut dalam program Closing Bell CNBC Indonesia.