TREN.BISNISMARKET.COM - Dinamika pasar bisnis perhotelan di Indonesia pada Kuartal I tahun 2026 menunjukkan adanya pergerakan yang menarik, khususnya di segmen akomodasi premium dan mewah. Meskipun pasar modal cenderung lebih berhati-hati dalam penyerapan modal, sektor ini tetap menunjukkan indikator performa yang stabil.
Kinerja operasional hotel pada tiga bulan pertama tahun 2026 berhasil mempertahankan ritme positif yang terjaga baik. Hal ini terlihat dari pergerakan angka Revenue per Available Room (RevPAR) yang berada pada kurva landai namun tetap bertahan di zona aman.
Stabilitas pendapatan ini didukung oleh meningkatnya mobilitas masyarakat serta terjaganya aktivitas bisnis di berbagai pintu masuk utama Indonesia. Faktor-faktor eksternal ini menjadi penopang utama bagi sektor perhotelan selama periode tersebut.
Irina Chadsey, Vice President, Investment Sales, Hotels & Hospitality Group, JLL Asia Pacific, memberikan analisis mengenai kondisi pasar triwulan pertama tahun ini. Ia menyoroti peran permintaan dari pasar internasional dan domestik dalam menjaga stabilitas RevPAR.
"Dari sisi investasi, meskipun tidak ada transaksi hotel di Indonesia pada tiga bulan pertama 2026, Jakarta mencatat penandatanganan transaksi pembangunan Waldorf Astoria Jakarta yang akan segera dibuka pada 2027," tutur Irina, Selasa (12/5/2026).
Absennya transaksi pembelian aset hotel yang sudah beroperasi pada awal tahun mengindikasikan bahwa para investor mengambil sikap yang lebih selektif saat ini. Investor tengah mengamati arah kebijakan ekonomi makro dan melakukan kalkulasi ulang valuasi aset di pasar sekunder.
Meskipun transaksi portofolio eksisting minim, daya tarik pasar akomodasi domestik untuk investasi jangka panjang tetap tinggi. Hal ini terbukti dengan adanya komitmen ekspansi portofolio baru di segmen ultra-mewah atau luxury.
Penandatanganan proyek pembangunan Waldorf Astoria Jakarta di kompleks Thamrin Nine menegaskan keyakinan penanam modal global terhadap prospek ekonomi Jakarta sebagai pusat bisnis regional di masa mendatang. Para pengembang melihat celah besar untuk menyerap ekspatriat kelas atas dan pelancong premium.
Segmen pasar premium ini dinilai membutuhkan standar layanan internasional tertinggi, sehingga menjamin permintaan yang berkelanjutan. Kehadiran kepastian proyek hotel mewah yang ditargetkan beroperasi pada tahun 2027 memberikan sinyal positif bagi para pelaku industri.