TREN.BISNISMARKET.COM - Perdagangan Berjangka Komoditas (PBK), khususnya yang melibatkan aset emas, diperkirakan akan mengalami pertumbuhan signifikan dalam sepuluh tahun ke depan. Proyeksi ini didasarkan pada perubahan fundamental dalam lanskap investasi dan adopsi teknologi yang semakin meluas di kalangan masyarakat.

Pertumbuhan ini akan didorong oleh munculnya Generasi Alfa yang memiliki literasi teknologi tinggi. Selain itu, inovasi seperti kecerdasan buatan (AI) dan digitalisasi akan menjadikan instrumen investasi ini lebih canggih dan mudah diakses oleh publik luas.

Hal ini disampaikan oleh Odang Supriatna, Direktur Utama PT Smartin Advisor Sistem, dalam keterangannya kepada media di Jakarta pada hari Kamis, 9 Juli 2026. Ia menyoroti bagaimana transformasi digital membuka peluang baru dalam pasar komoditas.

"Dalam 10 tahun ke depan, kami yakin sektor ini berkembang pesat, sejalan dengan tumbuhnya generasi Alfa yang lebih technology literate, serta didorong pesatnya perkembangan teknologi artificial intelligence (AI) dan digitalisasi, menjadi pilihan investasi yang lebih inklusif dan canggih," ujar Odang Supriatna.

Data historis menunjukkan tren peningkatan yang kuat dalam sektor PBK. Pada tahun 2025 lalu, nilai nominal transaksi PBK dilaporkan mencapai Rp48.867 triliun, meningkat 49,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya (yoy).

Sementara itu, dari sisi volume, transaksi PBK pada tahun yang sama tercatat sebanyak 14,56 juta lot, yang merupakan kenaikan sebesar 12 persen secara tahunan. Angka-angka ini mengindikasikan minat yang terus meningkat terhadap instrumen derivatif komoditas.

Dilansir dari CNBC Indonesia, Odang Supriatna juga mengungkapkan bahwa meskipun pertumbuhan positif telah terjadi, upaya peningkatan literasi di kalangan investor masih menjadi prioritas utama.

"Saat ini PBK tumbuh positif namun literasi masih perlu ditingkatkan," jelas Odang.

Bagi investor yang tertarik pada instrumen derivatif emas, Odang mengingatkan pentingnya memegang teguh dua prinsip dasar dalam bertransaksi. Prinsip tersebut sangat krusial untuk menjaga keselamatan modal dan memaksimalkan potensi keuntungan dalam volatilitas pasar.