TREN.BISNISMARKET.COM - Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menekankan bahwa membangun reputasi yang kuat merupakan elemen krusial bagi Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) agar mampu bersaing di kancah global.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi XI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Mohamad Hekal, yang menilai reputasi positif akan menjadi daya tarik utama bagi investor internasional.

"Harapannya yang pertama rencana akan jadi investor itu kan memang dipimpin oleh Danantara, yang mendesain, di awal diberikan tugas itu Danantara, mereka juga sudah meng-hire sebagai konsultannya mantan CEO daripada Dubai International Financial Center, makanya konsepnya ditiru," ujar Hekal dalam program Power Lunch, Senin (27/7/2026).

Dengan reputasi yang terbangun, para investor global diharapkan akan merasa lebih percaya diri dan nyaman untuk menempatkan dana investasi mereka di PFII.

"Dan nanti dengan reputasi ini, dana-dana besar itu bisa masuk," lanjut Hekal, optimis terhadap potensi masuknya modal besar.

Meskipun belum ada konfirmasi resmi mengenai investor besar spesifik yang akan berpartisipasi, dua nama raksasa di dunia finansial, yaitu Vanguard dan Blackrock, santer dikabarkan akan terlibat dalam proyek PFII.

Hekal menjelaskan bahwa berbagai aspek pembentukan PFII, termasuk lokasi, susunan dewan, lembaga pengelola, serta badan pengawas dan peradilan, masih dalam tahap pembahasan mendalam.

"Segala macam seperti wilayah lokasi PFII, dewan PFII-nya, lembaga pengelolanya, lembaga jasa pengawasnya, pengadilannya, dan seterusnya masih dibahas, saya rasa di situ itu kan juga enggak dibatasi untuk orang Indonesia saja, tentu kita perlu nama-nama besar, karena kayak tadi mau bicara Vanguard, Blackrock, mereka juga pasti mau nama-nama familiar yang ada di situ," terang Hekal.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Cnbcindonesia. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.