TREN.BISNISMARKET.COM - Perusahaan pertambangan emas PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) mencatat adanya transaksi saham bernilai fantastis mencapai Rp18,27 triliun pada pertengahan Juni 2026. Transaksi skala besar ini melibatkan pengalihan sebanyak 16,6 miliar lembar saham perusahaan tersebut.
Aksi korporasi ini terjadi pada tanggal 23 Juni 2026, sebagaimana tercatat dalam dokumen resmi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). Nilai transaksi yang besar ini menarik perhatian pasar terhadap pergerakan kepemilikan saham ARCI.
Pihak yang melakukan pembelian saham dalam jumlah masif tersebut adalah PT Rajawali Kapital Emas. Entitas ini mengakuisisi 16.605.550.000 saham dari emiten pertambangan emas tersebut.
Harga pelaksanaan per saham ditetapkan pada level yang sama, yaitu Rp1.100 per lembar saham. Dengan harga tersebut, total nilai transaksi mencapai angka yang telah disebutkan sebelumnya.
Perubahan signifikan ini dikategorikan sebagai bagian dari upaya penataan internal grup usaha. "Tujuan transaksi restrukturisasi internal atau pengalihan antar afiliasi dalam satu grup," sebagaimana dikutip dari keterbukaan informasi BEI, dikutip Rabu, (24/6/2026).
Sebelum terjadinya transaksi besar ini, PT Rajawali Kapital Emas tercatat memegang 4.504.200.000 saham, yang merepresentasikan 17,85% dari total hak suara ARCI. Kepemilikan ini mengalami peningkatan drastis pasca penyelesaian aksi korporasi.
Setelah transaksi rampung, kepemilikan saham PT Rajawali Kapital Emas melonjak signifikan menjadi 21.109.750.000 saham. Porsi ini kini setara dengan 83,65% dari total hak suara yang ada di ARCI.
Sementara itu, pihak yang menjadi penjual saham dalam transaksi ini adalah PT Rajawali Corpora. Entitas ini tercatat melepas seluruh kepemilikan sahamnya, yaitu sebanyak 16.605.550.000 lembar saham pada tanggal dan harga yang sama.
Akibat aksi jual tersebut, kepemilikan saham PT Rajawali Corpora di ARCI kini tercatat menjadi nol persen. Hal ini mengindikasikan konsolidasi kepemilikan di bawah entitas afiliasi lainnya.