TREN.BISNISMARKET.COM - Pemerintah Indonesia saat ini memprioritaskan penyelesaian restrukturisasi keuangan yang sedang berlangsung pada proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh. Keputusan mengenai kelanjutan pembangunan jalur kereta cepat hingga ke Surabaya, bahkan hingga Banyuwangi, akan bergantung pada hasil evaluasi proses restrukturisasi tersebut.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Allan Tandiono, menyatakan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah menuntaskan persoalan keuangan KCJB. Hal ini menjadi prasyarat penting sebelum melangkah ke fase pengembangan proyek selanjutnya.

"Saat ini pemerintah fokus terhadap restrukturisasi keuangan kereta cepat Jakarta-Bandung," kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono, dikutip dari Antara, Senin (29/6/2026).

Kebijakan ini disebut sejalan dengan arahan yang diberikan oleh Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung, yaitu Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono. Komite tersebut dibentuk untuk mengawasi perkembangan proyek strategis ini.

Allan Tandiono menekankan bahwa hasil evaluasi dari restrukturisasi keuangan tersebut akan menjadi tolok ukur utama pemerintah dalam menentukan kelayakan proyek perpanjangan jalur Kereta Cepat Whoosh sampai ke ujung Jawa Timur, yakni Surabaya dan Banyuwangi.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, sempat mengemukakan bahwa pengembangan proyek lanjutan Whoosh ke Jawa Timur akan dilakukan secara paralel. Namun, proses tersebut tetap menunggu selesainya restrukturisasi keuangan operator KCJB.

Agus Harimurti Yudhoyono juga mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan pertemuan dengan pihak Kementerian Keuangan serta Danantara Indonesia terkait rencana perluasan operasional Whoosh hingga Banyuwangi.

"Tahapan hari ini kita lakukan paralel," ujar Agus dalam konferensi pers Update Pelaksanaan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dan Persiapan Mudik Lebaran di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/3).

Meskipun pengembangan proyek lanjutan berjalan secara paralel, Agus menegaskan bahwa pemerintah tetap berupaya memastikan bahwa proses restrukturisasi keuangan KCJB harus berjalan dengan baik. Hal ini menunjukkan pentingnya stabilitas keuangan entitas operator saat ini.