TREN.BISNISMARKET.COM - Sebuah tren signifikan muncul di kalangan keluarga berpenghasilan tinggi di Amerika Serikat, di mana mereka mulai meninggalkan sistem sekolah konvensional. Mereka kini memilih sekolah alternatif yang secara eksplisit menggabungkan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), pembelajaran berbasis proyek, serta pelatihan keterampilan hidup krusial seperti negosiasi dan berbicara di depan umum.

Fenomena ini terlihat jelas pada kasus Ankur Jain, seorang presiden hedge fund di New Jersey, yang memutuskan memindahkan anaknya yang berusia 11 tahun ke Forge Prep. Keputusan ini diambil meskipun anaknya berprestasi dan merasa nyaman di sekolah negeri sebelumnya.

Jain berpendapat bahwa keterampilan praktis seperti negosiasi dan penjualan, yang baru ia kuasai saat memasuki usia 20-an, seharusnya diajarkan sejak dini kepada generasi penerus.

"Masa depan sedang berubah. Kalau kita masih mengajar anak-anak dengan cara yang sama seperti 60, 70, atau 80 tahun lalu, bagaimana kita mempersiapkan mereka?" ujar Jain, Dikutip dari The Wall Street Journal, Sabtu (4/7/2026).

Orang tua kaya ini semakin skeptis terhadap kurikulum tradisional karena mereka memprediksi perkembangan pesat AI akan mengubah drastis lanskap pasar tenaga kerja secara keseluruhan. Mereka mempertanyakan apakah metode pendidikan lama masih relevan untuk membekali anak menghadapi tantangan masa depan.

Sekolah-sekolah baru ini menekankan keterampilan praktis di atas hafalan akademik, bahkan mengganti sebutan "teacher" menjadi "guide" atau "coach" untuk merefleksikan peran baru pendidik. Beberapa institusi bahkan memanfaatkan tutor berbasis AI untuk menyesuaikan materi belajar sesuai minat dan tingkat perhatian unik setiap siswa.

Salah satu pelopor model ini adalah Alpha School di Austin, Texas, yang telah beroperasi selama 12 tahun, menggabungkan dua jam pembelajaran AI harian dengan lokakarya berbasis proyek secara langsung. Biaya sekolah di San Francisco untuk institusi serupa mencapai US$75.000 per tahun, atau setara sekitar Rp1,2 miliar.

Shaun Johnson, seorang investor modal ventura dari San Francisco, memilih Alpha School karena ketidakpuasannya terhadap sistem undian sekolah negeri, meyakini bahwa dunia kerja yang didorong AI menuntut perombakan radikal dalam pendidikan.

"Kami menyadari sistem pendidikan kemungkinan memang sudah rusak dan akan ada para entrepreneur yang mencoba memperbaikinya," kata Johnson.