TREN.BISNISMARKET.COM - Pada awal pekan perdagangan hari Senin (7/7/2026), nilai tukar Rupiah kembali mengalami tekanan signifikan terhadap Dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda terpantau bergerak melemah dan melampaui ambang batas psikologis penting sebesar Rp18.000 per Dolar AS.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Refinitiv pada pukul 13.44 WIB, Rupiah tercatat melemah sebesar 0,31% dan berada di posisi Rp18.000 per Dolar AS. Posisi penutupan ini menunjukkan pelemahan yang lebih dalam dibandingkan dengan pembukaan perdagangan pada pagi hari sebelumnya.

Saat sesi pembukaan perdagangan, Rupiah sudah menunjukkan tren yang kurang bertenaga (loyo) dengan pelemahan awal sebesar 0,12% menuju level Rp17.970 per Dolar AS. Pelemahan lanjutan ini membawa mata uang domestik kembali berada di atas level psikologis krusial tersebut.

Pergerakan Rupiah di atas Rp18.000 ini mengingatkan pada kondisi terakhir kali terjadi pada tanggal 9 Juni 2026. Pada hari tersebut, mata uang Garuda diketahui ditutup pada posisi penutupan yang lebih tinggi, yaitu di angka Rp18.050 per Dolar AS.

Meskipun terjadi pelemahan secara umum, terdapat beberapa bank yang masih menawarkan harga jual Dolar AS yang tidak jauh dari nilai tukar pasar saat ini. Perbedaan antara kurs jual dan kurs beli di berbagai institusi perbankan menjadi pertimbangan utama bagi masyarakat yang berencana melakukan transaksi valuta asing.

Pertanyaan muncul mengenai berapa tepatnya kurs Dolar AS yang ditawarkan oleh bank-bank besar di Indonesia pada hari itu. Berikut adalah rangkuman kurs Dolar AS di bank nasional per Senin (7/7/2026) berdasarkan data pergerakan di siang hari.

Dilansir dari CNBC Indonesia, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menetapkan kurs jual dan beli Dolar AS mereka pada pukul 13.45 WIB. Informasi ini sangat penting untuk memantau pergerakan transaksi nasabah.

Bank BUMN, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), juga mempublikasikan penetapan kurs mereka pada pukul yang sama, yaitu 13.45 WIB. Selain itu, Bank Mandiri (BMRI) menetapkan kursnya lebih awal pada pukul 09.52 WIB.

Bank BUMN lainnya, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), menetapkan kurs Dolar AS per pukul 13.50 WIB. Sementara itu, bank asing seperti PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) yang berasal dari Malaysia, menetapkan kursnya pada pukul 13.45 WIB.