TREN.BISNISMARKET.COM - Di tengah tekanan jual masif yang menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok signifikan, investor asing justru menunjukkan strategi berbeda dengan memborong saham-saham tertentu. Aksi beli bersih (net buy) ini menjadi sorotan utama dalam pergerakan pasar modal domestik pada penutupan perdagangan hari Kamis, 21 Mei 2026.
Secara spesifik, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi primadona bagi para pemodal asing pada hari tersebut. Pembelian saham BUMI oleh investor asing dilaporkan mencapai nilai ratusan miliar rupiah, menunjukkan optimisme mereka terhadap prospek emiten tersebut.
Informasi mengenai aksi borong saham ini didapatkan dari data terbaru yang diolah oleh Stockbit, sebagaimana disampaikan oleh Investor Daily. Data tersebut menunjukkan adanya konsentrasi pembelian asing pada saham-saham tertentu di tengah volatilitas pasar.
Selain BUMI, beberapa emiten lain juga tercatat menjadi sasaran akumulasi oleh investor asing. Meskipun demikian, secara keseluruhan aktivitas asing di seluruh lini pasar justru mencatatkan penjualan bersih (net sell) yang cukup besar.
Dilansir dari Investor Daily, secara akumulatif, investor asing membukukan transaksi jual bersih di seluruh pasar modal domestik dengan total nominal mencapai Rp 544,89 miliar pada hari yang sama.
Aksi jual bersih tersebut terbagi antara pasar reguler yang mencatatkan net sell sebesar Rp 508,1 miliar, dan pasar negosiasi serta tunai yang menyumbang net sell senilai Rp 36,78 miliar.
Gempuran aksi jual bersih secara agregat ini menjadi salah satu pendorong utama koreksi tajam IHSG. Indeks utama Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup ambles sedalam 223,5 poin, atau terdepresiasi 3,54%, berada di level 6.094,9 pada penutupan hari Kamis tersebut.
Perdagangan pada hari itu mencatatkan total nilai transaksi senilai Rp 18,28 triliun, dengan volume perdagangan mencapai 33,5 miliar saham yang ditransaksikan melalui frekuensi sebanyak 2,12 juta kali.
Kondisi pasar menunjukkan dominasi koreksi harga, di mana mayoritas saham mengalami penurunan; tercatat sebanyak 700 saham bergerak turun, sementara hanya 91 saham yang mampu menguat, dan 168 saham lainnya relatif stagnan.