TREN.BISNISMARKET.COM - Performa saham SpaceX yang sempat meroket pasca penawaran umum perdana (IPO) kini dilaporkan mengalami tren penurunan yang signifikan. Nilai saham perusahaan antariksa milik Elon Musk ini bahkan dilaporkan berada di bawah harga saat penawaran awal, anjlok hingga 20% dalam sebulan terakhir.

Penurunan ini memicu reaksi keras dari para investor yang memanfaatkan situasi tersebut untuk melakukan strategi short selling. Aksi jual spekulatif ini secara kolektif mendorong posisi bearish pada sepertiga dari total saham SpaceX yang beredar di publik.

Menurut laporan S3 Partners, sekitar 185 juta saham atau 29% dari saham yang diperdagangkan secara publik telah menjadi objek taruhan bearish senilai US$25 miliar. Jumlah ini meningkat drastis dari perkiraan sebelumnya.

Peningkatan aksi short selling ini terjadi dalam rentang waktu tiga minggu terakhir. Data menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan perkiraan awal yang hanya berkisar 40 juta saham atau 5-7% dari saham beredar.

"Kami melihat permintaan yang terus menerus dari para penjual pendek untuk membangun posisi spekulatif sejak IPO," jelas Matthew Unterman, kepala riset S3 Partners.

Posisi bearish ini muncul menjelang jadwal penguncian saham yang telah dipantau ketat oleh para pelaku pasar. Penguncian saham ini berpotensi meningkatkan jumlah saham yang tersedia di pasar dalam beberapa bulan mendatang.

KeyBanc Capital Markets melaporkan bahwa IPO SpaceX mewakili 5% dari total 13 miliar saham yang beredar. Pembukaan kunci saham secara masif diperkirakan terjadi bersamaan dengan rilis laporan pendapatan kuartal kedua, di mana sekitar 11% saham mungkin memenuhi syarat untuk dijual.

Lebih lanjut, tambahan 4% saham diperkirakan baru akan dirilis pada hari ke-70 setelah pelaksanaan IPO. Sisa saham lainnya akan terkait dengan pencapaian kinerja dan pendapatan pada kuartal ketiga.

Meskipun sahamnya mengalami tekanan, Elon Musk sebagai pendiri SpaceX tetap menjadi pemegang saham terbesar. Ia menguasai 42% dari total saham yang beredar, dengan komitmen penguncian saham hingga Juni 2027.