TREN.BISNISMARKET.COM - Saham emiten Grup Sinar Mas, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), tercatat melanjutkan tren pelemahan signifikan sebesar 8,52 persen pada sesi I perdagangan hari Selasa, 19 Mei 2026. Penurunan ini membawa harga saham DSSA menyentuh level Rp 805 per lembar.

Pelemahan harga saham ini terjadi bersamaan dengan adanya pengumuman mengenai penyesuaian yang dilakukan pada indeks acuan global. Sentimen negatif dari penyesuaian indeks tersebut menjadi pemicu utama tekanan jual di pasar.

Aktivitas perdagangan saham DSSA pada waktu tersebut cukup ramai, dengan volume transaksi mencapai 300,9 juta lembar saham. Transaksi ini dibukukan melalui frekuensi sebanyak 20.888 kali hingga sekitar pukul 10.26 WIB.

Total nilai transaksi yang berhasil tercatat dari aktivitas jual beli saham DSSA hingga waktu tersebut mencapai angka Rp 242 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun terjadi penurunan harga, minat transaksi tetap tinggi.

Menariknya, data dari aplikasi Stockbit Sekuritas menunjukkan adanya indikasi akumulasi oleh investor domestik. Aktivitas ini tercermin dari catatan aksi beli bersih atau net buy oleh investor lokal senilai Rp 15,3 miliar saat berita ini disusun.

Kondisi pelemahan ini merupakan kelanjutan dari tekanan jual yang sudah terjadi pada perdagangan hari sebelumnya, Senin (18/5/2026). Pada hari itu, saham DSSA sempat mengalami kemerosotan drastis hingga mencapai 14,98 persen.

Pada hari Senin kemarin, investor asing tercatat membukukan aksi jual bersih atau net sell pada saham DSSA dengan total nilai yang signifikan, yaitu mencapai Rp 68,11 miliar. Hal ini menambah beban tekanan jual pada harga saham.

Aktivitas pembelian saham DSSA oleh investor domestik didominasi oleh dua perusahaan sekuritas besar. Mandiri Sekuritas tercatat membukukan net buy sebesar Rp 29,1 miliar dengan harga rata-rata pembelian di level Rp 880.

Selain Mandiri Sekuritas, Semesta Indovest juga turut ambil bagian dalam akumulasi saham tersebut. Semesta Indovest membukukan net buy dengan nilai Rp 11,1 miliar pada harga rata-rata transaksi Rp 881 per saham.