TREN.BISNISMARKET.COM - Ponsel perdana yang dikembangkan oleh Trump Mobile, yang dikenal sebagai T1 Phone, kini dilaporkan mulai didistribusikan secara terbatas kepada publik. Perangkat ini sebelumnya telah dijadwalkan untuk diluncurkan pada Agustus tahun lalu, namun proses distribusinya mengalami penundaan yang signifikan.
Konsumen yang telah melakukan pemesanan awal dengan membayar uang muka sebesar 100 dolar AS, setara dengan sekitar Rp1,77 juta, masih menantikan unit ponsel mereka hingga saat ini. Distribusi awal ini ditandai dengan pengiriman unit kepada sejumlah media sebagai langkah awal sebelum peluncuran penuh.
Langkah distribusi awal kepada media ini mengindikasikan bahwa pengiriman unit kepada pelanggan yang sudah melakukan pra-pemesanan akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat. Namun, kemunculan perdana Trump Mobile T1 ini langsung menarik perhatian publik dan memicu sejumlah kontroversi terkait detail produknya.
Salah satu sorotan utama adalah perubahan desain fisik perangkat jika dibandingkan dengan versi awal yang sempat diperkenalkan kepada publik. Ditemukan bahwa detail bendera Amerika Serikat pada bagian belakang bodi ponsel hanya memiliki 11 garis, berbeda dari jumlah 13 garis yang seharusnya.
Selain isu desain visual, klaim mengenai tempat perakitan perangkat ini juga mengalami perubahan redaksional yang cukup mencolok. Label awal yang menyatakan ponsel itu "Made in USA" kini diganti menjadi "Proudly Assembled in the USA," memicu spekulasi mengenai asal komponennya.
Perubahan redaksi tersebut memicu dugaan kuat bahwa mayoritas komponen elektronik untuk smartphone ini masih dipasok dari luar negeri, meskipun perakitan akhirnya dilakukan di Amerika Serikat. Meskipun demikian, pihak perusahaan tercatat tidak melakukan perubahan pada harga jual yang telah ditetapkan sejak awal peluncuran.
Varian standar Trump Mobile T1 dengan kapasitas penyimpanan internal 256GB dipasarkan dengan harga 499 dolar AS, atau sekitar Rp8,85 juta. Para pengamat teknologi di pasar Amerika Serikat menilai bahwa nominal harga tersebut masih tergolong kompetitif untuk spesifikasi yang ditawarkan.
Pihak manajemen perusahaan hingga kini belum merilis lembar spesifikasi resmi secara mendetail kepada publik mengenai perangkat T1 ini. Walaupun demikian, perwakilan perusahaan sempat memberikan beberapa informasi mengenai komponen teknis yang akan tertanam di dalamnya.
Trump Mobile T1 dikabarkan akan mengandalkan chipset Snapdragon seri 7 yang dipadukan dengan baterai berkapasitas besar 5.000 mAh untuk menunjang performa. Sektor kamera perangkat ini akan dilengkapi dengan sensor utama 50MP, yang didukung oleh lensa ultra wide dan lensa telefoto.