TREN.BISNISMARKET.COM - Sony Digital Audio Disc Corporation (DADC) dilaporkan tengah bersiap mengakhiri era distribusi fisik game PlayStation berbasis cakram atau disc, menandai pergeseran besar menuju format digital sepenuhnya. Langkah strategis ini juga berdampak langsung pada fasilitas produksi cakram milik perusahaan yang berlokasi di Austria.

Keputusan ini melibatkan investasi signifikan sebesar 30 juta euro, atau setara dengan sekitar Rp 624 miliar, yang dialokasikan untuk mengubah pabrik cakram di Thalgau, Salzburg. Fasilitas tersebut akan bertransformasi menjadi pusat produksi lensa mikro optik (optical microlenses) yang merupakan komponen teknologi penting masa depan.

Perubahan besar ini sebenarnya telah direncanakan oleh manajemen Sony sejak lama. Namun, pemberitahuan resmi kepada para pekerja di pabrik Thalgau baru disampaikan pada tanggal 1 Juli, bersamaan dengan pengumuman bahwa PlayStation akan beralih sepenuhnya ke distribusi digital mulai Januari 2028. Dilansir dari Engadget, Selasa (7/7/2026), transisi ini menandai babak baru bagi distribusi konsol game.

Lensa mikro optik memiliki fungsi krusial dalam memanipulasi cahaya dalam berbagai perangkat modern. Teknologi ini diaplikasikan secara luas pada sensor kamera, perangkat augmented reality (AR) dan virtual reality (VR), infrastruktur jaringan serat optik, hingga peralatan medis canggih.

Aplikasi yang paling umum dan mendesak dari lensa mikro optik produksi Sony adalah pada sistem lampu sein atau sen mobil. Cahaya yang mengindikasikan arah belok kendaraan memanfaatkan teknologi lensa mikro optik yang dihasilkan di fasilitas tersebut.

Saat ini, pabrik Thalgau memegang peran penting dengan memproduksi sekitar 600.000 cakram setiap harinya. Diperkirakan separuh dari total volume produksi harian tersebut dialokasikan khusus untuk kebutuhan game PlayStation.

CEO Sony DADC, Dietmar Tanzer, mengungkapkan proyeksi penurunan drastis dalam produksi cakram di fasilitas tersebut. "CEO Sony DADC, Dietmar Tanzer, memperkirakan produksi cakram di fasilitas tersebut akan menyusut drastis hingga hanya sekitar 10% dari kapasitas saat ini pada 2028," katanya.

Fasilitas di Thalgau tidak hanya berfungsi sebagai pabrik pembuatan cakram, tetapi juga merupakan kantor pusat bagi Sony DADC secara keseluruhan. Perlu dicatat bahwa Sony DADC sebelumnya memiliki fasilitas produksi massal lain yang berlokasi di Terre Haute, Indiana, Amerika Serikat, yang telah ditutup pada tahun 2022 setelah memproduksi sekitar 23 miliar cakram sejak 1983.

"Sebagai informasi, sejak penutupan fasilitas tersebut hingga saat ini, perusahaan masih memproduksi tambahan sekitar 3,4 miliar cakram di fasilitas lainnya," ujar Dietmar Tanzer.