TREN.BISNISMARKET.COM - Sebuah entitas bisnis di China, Anhui Korrun, melalui laporan yang disampaikan ke bursa pada Kamis (16/7), mengungkapkan detail investasi yang mengejutkan. Perusahaan tersebut menyatakan bahwa dana investasinya telah berhasil mengakuisisi 0,8265% kepemilikan saham tidak langsung pada startup kecerdasan buatan (AI) terkemuka dari China, DeepSeek.
Transaksi ini secara implisit menetapkan valuasi DeepSeek pada angka yang mengagumkan, yaitu sekitar 350,88 miliar yuan. Jika dikonversikan ke dalam nilai Rupiah, angka tersebut setara dengan perkiraan mencapai Rp929 triliun. Informasi ini pertama kali diungkapkan kepada publik pada Jumat (17/7/2026), dikutip dari Reuters.
Pengungkapan ini menjadi salah satu bukti publik yang cukup langka mengenai harga dan deretan investor yang terlibat dalam putaran pendanaan eksternal pertama yang dijalani oleh DeepSeek. Startup AI yang berpusat di Hangzhou ini sebelumnya belum pernah mengumumkan secara resmi mengenai pendanaan tersebut kepada publik.
Sebagai sebuah perusahaan yang berstatus swasta, DeepSeek pada dasarnya tidak memiliki kewajiban hukum untuk melakukan pengungkapan informasi secara rutin kepada publik. Hal ini menjelaskan mengapa detail pendanaan mereka cenderung tertutup.
Hingga berita ini diturunkan, DeepSeek belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan komentar terkait valuasi dan pendanaan yang beredar. Pihak perusahaan masih memilih untuk bungkam.
DeepSeek mulai mencuri perhatian dunia pada awal tahun lalu setelah perilisan model AI mereka yang dianggap terjangkau, yaitu V3 dan R1. Produk-produk ini berhasil menantang anggapan umum mengenai kesulitan China dalam bersaing secara efektif dengan perusahaan-perusahaan AI terkemuka yang berasal dari Amerika Serikat (AS).
Perkembangan pesat DeepSeek terjadi di tengah adanya pembatasan ketat yang diberlakukan oleh Washington terhadap ekspor chip-chip canggih ke wilayah China. Situasi geopolitik ini menambah dimensi menarik pada persaingan teknologi.
Sebelumnya, DeepSeek diketahui menolak pendanaan dari pihak eksternal dan lebih memilih untuk mengandalkan perusahaan _hedge fund_ kuantitatif yang didirikan oleh Liang Wenfeng, pendiri DeepSeek, yang bernama High-Flyer. Pendekatan ini menunjukkan kemandirian finansial awal perusahaan.
Namun, sebuah laporan dari Reuters pada Mei lalu mengindikasikan bahwa DeepSeek telah melakukan perubahan strategi. Perusahaan mulai membuka diri terhadap pendanaan eksternal untuk membiayai peningkatan kapasitas komputasi yang krusial dan juga untuk memperbaiki tunjangan bagi para karyawan mereka.