TREN.BISNISMARKET.COM - Vendor ponsel pintar Honor tengah menggalakkan strategi khusus untuk memulihkan citra dan kepercayaan konsumen di pasar Indonesia. Langkah ini diambil setelah merek tersebut resmi kembali beroperasi di Tanah Air sejak Februari 2025.

Fokus utama perusahaan saat ini adalah menggarap segmen perangkat entry-level dan menengah. Strategi ini dirancang untuk mengatasi tantangan utama yang dihadapi, yaitu keraguan publik mengenai eksistensi jangka panjang Honor di Indonesia.

Tantangan ini muncul karena Honor sempat menarik diri dari pasar domestik pada tahun 2019 setelah sebelumnya hadir sejak 2018. Oleh karena itu, membangun kembali keyakinan pasar menjadi prioritas mendesak bagi distributor resmi.

Aryo Meidianto Aji, selaku Head of Public Relations PT Trinova Digital Indonesia, menjelaskan bahwa keraguan konsumen tidak bersumber dari kualitas produk, melainkan dari sejarah kehadiran merek yang sempat menghilang. Permasalahan ini perlu diatasi secara serius agar operasional merek dapat berjalan stabil.

Mengenai keraguan pasar, Aryo menegaskan komitmen jangka panjang Honor untuk tetap berada di Indonesia dan tidak akan pergi lagi. "Honor enggak akan ke mana-mana. Honor akan ada di Indonesia, cuma memang transformasi pasti memakan waktu," tegas Aryo saat ditemui di Jakarta Selatan pada Kamis (13/5/2026).

Dilansir dari Tekno, strategi bisnis yang dipilih adalah menghindari persaingan sengit di pasar ponsel premium atau flagship. Honor memilih jalur yang lebih aman dengan fokus pada perangkat yang memiliki basis pengguna terbesar di kelas harga terjangkau.

Aryo menjelaskan bahwa fokus pada segmen yang diminati mayoritas konsumen adalah langkah yang lebih efektif dalam membangun fondasi pasar yang kuat. "Kalau kami lebih berpikiran untuk benar-benar fokus ke perangkat yang banyak disukai dan dibeli konsumen terlebih dahulu," imbuh dia.

Keputusan ini juga didasari oleh pengamatan bahwa banyak merek terkadang kehilangan fokus dengan mencoba merambah pasar atas padahal pangsa pasar mereka masih kecil di segmen tersebut. "Kadang banyak brand yang mungkin tidak fokus dengan market-nya sendiri. Misalnya unggul di market bawah tapi akhirnya berpikiran ke market atas, padahal market share-nya kecil," kata Aryo.

Implementasi strategi ini terlihat dari peluncuran produk seperti Honor X6c yang dibanderol Rp 2,99 juta dan Honor X7c seharga Rp 4,5 juta. Kedua model tersebut menonjolkan fitur ketahanan fisik sebagai nilai jual utama bagi berbagai segmen pengguna.