TREN.BISNISMARKET.COM - Maskapai penerbangan Asiana Airlines bersiap mengakhiri operasionalnya secara mandiri pada akhir tahun 2026 mendatang. Langkah besar ini merupakan bagian dari proses penggabungan atau merger dengan Korean Air yang kini telah memasuki fase finalisasi integrasi.

Proses penyatuan manajemen ke dalam struktur Korean Air ditargetkan selesai sepenuhnya pada tanggal 17 Desember 2026. Momen tersebut akan menandai hilangnya identitas merek Asiana yang telah melayani rute internasional selama puluhan tahun dari industri dirgantara global.

Seluruh aspek operasional, mulai dari jadwal penerbangan, identitas visual perusahaan, hingga sistem loyalitas pelanggan akan dilebur sepenuhnya ke bawah naungan Korean Air. Keputusan ini menyusul persetujuan perjanjian merger oleh dewan direksi kedua maskapai yang mulai berlaku efektif sejak Mei 2026.

Inisiatif penyatuan dua raksasa udara asal Korea Selatan ini sebenarnya telah dimulai sejak November 2020. Pemerintah setempat memberikan dukungan penuh terhadap langkah ini sebagai upaya penyelamatan kondisi finansial Asiana yang terdampak signifikan oleh pandemi Covid-19.

Meskipun telah direncanakan cukup lama, proses ini memakan waktu hampir enam tahun karena adanya hambatan regulasi di berbagai negara. Korean Air harus memastikan kepatuhan terhadap aturan persaingan usaha di wilayah Amerika Serikat, Uni Eropa, Jepang, hingga Inggris.

Pada akhir tahun 2024, Korean Air telah berhasil merampungkan akuisisi mayoritas saham Asiana dengan nilai transaksi mencapai 1,3 miliar dollar AS atau setara Rp 21 triliun. Pasca akuisisi tersebut, Asiana tetap beroperasi sebagai anak usaha sebelum akhirnya melebur total pada akhir 2026.

"Setelah merger dengan Asiana, kami akan terus tumbuh dalam pendapatan dan juga dalam ukuran. Tetapi ukuran pertumbuhan terpenting kami adalah kualitas layanan," ujar Walter Cho.

"Prioritas utama kami adalah keselamatan, apapun yang terjadi," kata beliau.

Bagi para pelanggan setia, salah satu perubahan yang perlu diperhatikan adalah peralihan aliansi dari Star Alliance menuju SkyTeam. Program loyalitas milik Asiana nantinya akan segera digabungkan ke dalam sistem Korean Air SkyPass setelah seluruh proses operasional dinyatakan tuntas.