TREN.BISNISMARKET.COM - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan adanya potensi surplus solar di dalam negeri dalam waktu dekat. Proyeksi ini muncul seiring dengan upaya optimalisasi kapasitas produksi pada kilang-kilang minyak domestik.
Optimalisasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan volume produksi bahan bakar jenis solar. Dengan peningkatan produksi ini, ketersediaan solar di pasar domestik diprediksi akan melebihi kebutuhan yang ada.
Menyikapi potensi surplus ini, pemerintah tengah mengkaji strategi pemanfaatan yang efektif. Salah satu opsi yang sedang didalami adalah konversi surplus solar menjadi bahan bakar pesawat udara atau avtur.
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kebutuhan avtur yang terus meningkat, baik untuk penerbangan domestik maupun internasional yang beroperasi di wilayah Indonesia.
Pemerintah melihat peluang besar dalam mengubah kelebihan produksi solar menjadi produk bernilai tambah tinggi seperti avtur. Hal ini juga sejalan dengan upaya diversifikasi produk energi.
"Ke depan akan ada surplus solar. Nah, surplus solar ini kita akan coba manfaatkan untuk bahan baku avtur," ujar Tutuka Ariadji, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM.
Pernyataan tersebut menggarisbawahi keseriusan kementerian dalam mencari solusi inovatif terhadap potensi kelebihan pasokan solar.
"Kita punya kilang yang sudah dioptimalkan kapasitasnya. Ini akan memberikan ruang untuk peningkatan produksi solar," jelas Tutuka Ariadji.
Optimalisasi kapasitas kilang menjadi kunci utama dalam menghasilkan surplus solar. Peningkatan efisiensi operasional menjadi fokus dalam strategi ini.