TREN.BISNISMARKET.COM - Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) telah menetapkan target ambisius untuk produksi emasnya, dengan proyeksi mencapai angka 16 ton pada tahun 2026.
Target signifikan ini dicapai berkat penyelesaian tahapan penting dalam operasional penambangan, khususnya program stripping yang telah rampung.
Rampungnya program stripping ini menjadi kunci utama yang memungkinkan peningkatan volume produksi emas secara substansial.
Proses stripping merupakan tahapan awal dalam operasi penambangan terbuka yang melibatkan pengupasan lapisan batuan penutup untuk mengakses bijih mineral yang bernilai.
Selain target produksi emas, AMNT juga memproyeksikan peningkatan produksi untuk komoditas lain yang dikelolanya.
"Kami memproyeksikan produksi kami akan mencapai 16 ton emas pada tahun 2026," ujar Jabin H. T. Maladi, Direktur Utama AMNT.
"Ini merupakan buah dari selesainya program stripping kami yang memungkinkan akses yang lebih baik terhadap cadangan bijih," tambah Jabin.
AMNT juga menargetkan produksi tembaga sebesar 1,3 juta ton pada tahun yang sama, menunjukkan diversifikasi dan penguatan portofolio komoditas perusahaan.
"Kami juga menargetkan produksi tembaga kami akan mencapai 1,3 juta ton pada tahun 2026," kata Jabin H. T. Maladi.