TREN.BISNISMARKET.COM - PT Pos Indonesia (Persero) menghadapi tantangan dalam memenuhi kewajiban pembayaran imbal jasa Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Pos Indonesia Tahap I Tahun 2024 Seri A-C periode ke-6. Nilai yang seharusnya dibayarkan mencapai Rp24,12 miliar.

Keterlambatan pembayaran ini disebabkan oleh kondisi kas perusahaan yang saat ini belum mencukupi. Hal ini diungkapkan langsung oleh manajemen PT Pos Indonesia dalam keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Rencananya, pembayaran imbal jasa sukuk periode keenam ini dijadwalkan jatuh tempo pada tanggal 7 Juli 2026. Jadwal ini sesuai dengan surat edaran dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang telah diterbitkan sebelumnya.

"Jumlah kewajiban yang harus dibayarkan oleh PT Pos Indonesia (Persero) adalah sebesar Rp24.118.750.000," demikian bunyi pernyataan resmi dari manajemen perusahaan, dikutip pada Selasa (14/7/2026).

Dana pembayaran imbal jasa sukuk tersebut seharusnya sudah masuk ke rekening KSEI paling lambat pada 7 Juli 2026 sebelum pukul 14.00 WIB. Namun, hingga batas waktu yang telah ditentukan, Pos Indonesia belum berhasil melaksanakan kewajiban finansialnya tersebut.

Manajemen PT Pos Indonesia secara transparan menyatakan bahwa keterbatasan dana kas menjadi alasan utama penundaan pembayaran imbal jasa sukuk.

"Adapun penyebab PT Pos Indonesia (Persero) tidak dapat melaksanakan kewajiban pembayaran imbal jasa sukuk tersebut adalah karena kondisi kas perusahaan yang saat ini tidak memungkinkan untuk dilakukan pembayaran," jelas manajemen dalam keterbukaan informasinya.

Sebagai respons atas situasi ini, PT Pos Indonesia telah mengirimkan surat resmi kepada KSEI pada tanggal 7 Juli 2026. Surat tersebut berisi permohonan penundaan pembayaran bunga atau imbal jasa sukuk untuk periode keenam.

Menindaklanjuti permohonan tersebut, KSEI telah memberikan tanggapan dengan menyampaikan surat penundaan pembayaran kepada Pos Indonesia. Akibatnya, pembayaran imbal hasil keenam untuk Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Pos Indonesia Tahap I Tahun 2024 Seri A-C yang semula dijadwalkan pada 8 Juli 2026 secara resmi ditunda.