TREN.BISNISMARKET.COM - Risiko kecelakaan fatal akibat rem blong di jalur menurun yang panjang, terutama di kawasan wisata dan pegunungan, masih menjadi perhatian utama para ahli keselamatan berkendara. Kejadian ini sering kali dipicu oleh kesalahan mendasar dalam teknik mengemudi saat menghadapi kontur jalan yang menantang.

Fenomena kegagalan fungsi rem ini, yang terjadi pada hari Rabu (13/5/2026), umumnya bukan disebabkan oleh kerusakan suku cadang yang mendadak, melainkan akumulasi panas ekstrem pada komponen vital seperti piringan dan kampas rem. Hal ini disampaikan oleh pakar yang mengamati tren kerusakan pada kendaraan.

Pemilik bengkel Dokter Mobil, Lung Lung, menjelaskan akar permasalahan yang sering ia temui di bengkelnya terkait insiden rem blong di turunan.

"Kesalahan yang paling sering terjadi itu rem diinjak terus menerus sepanjang turunan. Akibatnya temperatur kampas dan piringan rem meningkat drastis. Kalau sudah terlalu panas, daya cengkeram rem bisa menurun dan mobil jadi sulit dikendalikan," ujar Lung Lung, Pemilik Dokter Mobil.

Kondisi penurunan drastis kemampuan pengereman akibat suhu tinggi ini dikenal dalam dunia otomotif sebagai brake fading. Kondisi ini sangat berbahaya karena mengurangi kemampuan pengemudi untuk mengendalikan laju kendaraan.

Lung Lung menekankan bahwa solusi efektif untuk mencegah kondisi tersebut adalah dengan melibatkan mesin sebagai penahan laju kendaraan, bukan hanya mengandalkan sistem pengereman hidrolik. Penggunaan engine brake menjadi kunci utama dalam situasi ini.

"Engine brake sangat penting, terutama di turunan panjang. Mesin bisa membantu mengurangi kecepatan mobil, jadi rem tidak cepat panas. Kalau hanya mengandalkan pedal rem terus, risiko overheat jauh lebih besar," ujar Lung Lung, Pemilik Dokter Mobil.

Selain mengaktifkan pengereman mesin (seperti menurunkan gigi pada transmisi), pengemudi disarankan menerapkan teknik pengereman secara berkala atau berjeda. Teknik ini memberikan jeda singkat agar panas pada sistem rem dapat sedikit terlepas.

Kewaspadaan visual dan indrawi juga perlu ditingkatkan; pengemudi harus segera mencari tempat aman jika terdeteksi adanya gejala peringatan dini. Gejala ini biasanya berupa perubahan respons pedal atau munculnya bau yang tidak wajar.