TREN.BISNISMARKET.COM - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) terus memberikan dampak signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk pasar tenaga kerja global. Salah satu perubahan paling mencolok terlihat dalam prioritas perekrutan perusahaan, di mana fokus bergeser secara masif ke arah talenta spesialis AI.

Fenomena pergeseran prioritas ini kini terlihat jelas di India, sebuah pusat teknologi informasi (TI) global yang kini mengalami perubahan fundamental dalam dinamika ketenagakerjaan. Data terbaru menunjukkan bahwa gelombang permintaan untuk pekerjaan di bidang AI telah jauh melampaui perekrutan tradisional di sektor teknologi secara keseluruhan.

Menurut temuan terbaru dari survei JobSpeak, yang menggunakan data dari portal lowongan kerja Naukri, sektor pekerjaan teknologi secara umum justru mengalami kontraksi. Riset ini menganalisis daftar lowongan pekerjaan yang dipublikasikan oleh lebih dari 150.000 perusahaan yang berbeda di negara tersebut.

Hasil survei menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada rekrutmen yang berkaitan dengan AI, yaitu tumbuh sebesar 16% pada bulan Juni dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Secara kontras, lowongan pekerjaan di bidang teknologi informasi (TI) secara keseluruhan tercatat mengalami penurunan sebesar 3%.

Perbedaan mencolok antara pertumbuhan AI dan penurunan sektor TI secara agregat ini memberikan gambaran jelas mengenai strategi investasi perusahaan. Hitesh Oberoi, CEO Info Edge yang merupakan pemilik Naukri, memberikan pandangannya mengenai tren ini.

"Perbedaan perekrutan AI dan IT secara keseluruhan penting karena menunjukkan perusahaan teknologi masih berinvestasi. AI menjadi area kemampuan inti, khususnya permintaan bergeser ke arah talenta yang lebih senior dan terspesialisasi," kata Hitesh Oberoi, dikutip dari Reuters, Senin (6/7/2026).

Lebih lanjut, temuan dari survei yang sama mengungkapkan bahwa lapangan kerja yang memerlukan keahlian di bidang AI dan pembelajaran mesin (machine learning) mengalami peningkatan sebesar 25% di 14 sektor industri yang berbeda. Sektor asuransi dan barang konsumsi tercatat sebagai sektor dengan peningkatan perekrutan terbesar di area ini.

Pergeseran fokus permintaan ke arah AI ini juga telah diprediksi sebelumnya oleh salah satu eksportir perangkat lunak terkemuka di India, Tata Consultancy Services (TCS). Perusahaan tersebut sebelumnya telah meramalkan bahwa laju perekrutan tenaga kerja manusia akan mengalami perlambatan signifikan.

TCS bahkan memproyeksikan bahwa dalam waktu dekat, jumlah karyawan manusia yang bekerja di perusahaan akan mulai seimbang dengan jumlah agen kecerdasan buatan yang mereka gunakan untuk operasional. Hal ini menggarisbawahi urgensi adaptasi industri terhadap otomatisasi berbasis AI.