TREN.BISNISMARKET.COM - PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI) berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang solid di awal tahun 2026 dengan membukukan pendapatan sebesar Rp363,1 miliar pada kuartal pertama. Pencapaian ini merupakan upaya perusahaan manufaktur kosmetik tersebut untuk mempertahankan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Kinerja pendapatan ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan, yakni tumbuh sekitar 11,9 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada kuartal I-2025, pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp324,5 miliar.

Dilansir dari Industri, meskipun pendapatan mengalami kenaikan, laba bersih perusahaan justru mengalami penurunan pada kuartal I-2026. Laba bersih tercatat sebesar Rp26,3 miliar, atau turun 31 persen dari realisasi kuartal I-2025 yang mencapai Rp38,06 miliar.

Penurunan laba bersih ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk tantangan terkait margin keuntungan dan kondisi pasar yang semakin kompetitif di sektor kosmetik nasional.

Direktur Utama Victoria Care Indonesia, Sumardi Widjaja, menyatakan bahwa permintaan terhadap produk perusahaan relatif stabil karena produk perawatan diri telah menjadi kebutuhan esensial bagi masyarakat.

"Khususnya pada kategori produk dengan positioning yang kuat dan harga yang sesuai dengan kebutuhan konsumen," ungkap Sumardi Widjaja kepada Kontan.co.id, Rabu (13/5/2026).

Manajemen perusahaan menyadari bahwa konsumen saat ini menunjukkan perilaku belanja yang lebih selektif. Meskipun demikian, kebutuhan akan produk perawatan diri yang menawarkan nilai, kualitas, dan relevansi gaya hidup tetap menjadi prioritas.

Untuk menghadapi dinamika pasar tersebut, VICI fokus pada beberapa langkah strategis, seperti penguatan merek, inovasi produk, optimalisasi jaringan distribusi, serta peningkatan efisiensi operasional perusahaan.

"Perseroan melihat capaian ini menunjukkan bahwa permintaan pasar terhadap produk-produk VICI masih tetap terjaga," tutur Sumardi Widjaja.