TREN.BISNISMARKET.COM - VinFast, produsen kendaraan listrik asal Vietnam, menunjukkan keseriusannya dalam menggarap pasar otomotif Indonesia dengan peluncuran jaringan dealer dan infrastruktur pendukung yang masif. Langkah ini menandai masuknya pemain baru yang berambisi besar di segmen kendaraan listrik roda dua.
Perusahaan ini langsung membuka 20 dealer resmi yang tersebar di berbagai wilayah strategis di Indonesia. Penempatan dealer ini meliputi Sumatera, Jabodetabek, Jawa, Bali, Sulawesi, dan Kalimantan, mencakup wilayah dengan potensi pasar yang signifikan.
CEO VinFast eScooter Indonesia, Yordan Satriadi, menyatakan komitmen perusahaan untuk terus berkembang. "Kita pasti terus berkembang, kita akan melihat market yang memang menjadi peluang terbesar kita," ujarnya, mengindikasikan strategi ekspansi yang dinamis.
Selain fokus pada penjualan unit, VinFast juga secara agresif membangun infrastruktur pendukung berupa stasiun penukaran baterai yang diberi nama V-Green. Fasilitas ini menjadi krusial untuk kenyamanan pengguna motor listrik, memungkinkan mereka mengganti baterai yang habis dengan cepat.
Hingga saat ini, V-Green telah menyediakan sebanyak 2.000 titik stasiun penukaran baterai. Keberadaan titik-titik ini tersebar di area Jabodetabek, Jawa, dan kota-kota besar lainnya, dengan rencana penambahan yang berkelanjutan.
"Kalau untuk di daerah Jabodetabek, Jawa dan kota-kota besar lain, itu ada 2 ribu. Dan itu masih on progress terus," ungkap Yordan Satriadi mengenai perkembangan infrastruktur V-Green.
VinFast menawarkan tiga model motor listrik unggulan di pasar Indonesia, yaitu EVO, Feliz II, dan Viper. Ketiga model ini dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan mobilitas perkotaan.
Keunikan penawaran VinFast terletak pada skema sewa baterai yang diterapkan. Model-model motor listrik ini dilengkapi dengan dua unit baterai LFP yang mampu memberikan jarak tempuh impresif.
Model Viper dan Feliz II mampu menempuh jarak hingga 145 kilometer dengan sekali pengisian daya penuh, sementara VinFast EVO menawarkan jangkauan sedikit lebih jauh, yaitu 150 kilometer.