TREN.BISNISMARKET.COM - PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) telah menetapkan target ambisius untuk mencapai pertumbuhan pendapatan hingga level dua digit serta optimis dapat kembali meraih laba bersih sepanjang tahun 2026. Target ini merupakan upaya perusahaan untuk memanfaatkan momentum pasar kendaraan listrik komersial yang dinilai sangat cerah di Indonesia.
Fasilitas produksi perusahaan yang berlokasi di Magelang, Jawa Tengah, kini mulai beroperasi penuh, menjadi salah satu pendorong utama dalam upaya mencapai target finansial tersebut. Selain itu, kesiapan produk berupa bus dan truk listrik yang sudah siap dipasarkan menjadi modal penting bagi VKTR.
Perusahaan telah melewati fase uji coba (trial) selama beberapa tahun terakhir, yang kini menghasilkan infrastruktur dan ekosistem pelanggan yang dianggap matang untuk mendukung komersialisasi. Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama VKTR, A. Ardiansyah Bakrie, pada Selasa (19/5/2026).
"Infrastrukturnya sudah ada dan ekosistem dengan pelanggan sudah terbentuk setelah fase trial yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir," ujar A. Ardiansyah Bakrie, Direktur Utama VKTR.
Penopang utama pendapatan VKTR diproyeksikan masih akan bertumpu pada segmen penjualan bus listrik yang ditujukan bagi operator transportasi dan korporasi domestik. Salah satu pelanggan besar yang menjadi fokus adalah Transjakarta, yang memiliki kebutuhan armada bus listrik dalam skala besar.
Sebagai catatan, pada tahun 2025, VKTR berhasil mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 9 persen secara tahunan, mencapai Rp 1,09 triliun, meskipun perusahaan masih membukukan rugi bersih sebesar Rp 11,37 miliar. Proyeksi kebutuhan Transjakarta sendiri mencapai 10.000 unit bus listrik hingga tahun 2030 mendatang, menandakan potensi pasar yang sangat besar.
VKTR juga menekankan keunggulan kompetitif mereka melalui Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) untuk perakitan kendaraan listrik yang sudah melampaui batas 40 persen. Keunggulan TKDN ini diharapkan dapat mengamankan posisi mereka sebagai pemasok utama di berbagai proyek pengadaan.
"Capaian TKDN ini diharapkan membuat kami tetap kompetitif sebagai pemasok utama," imbuh A. Ardiansyah Bakrie, Direktur Utama VKTR.
Selain fokus pada transportasi publik, VKTR juga sedang gencar menawarkan solusi truk listrik kepada sektor industri berat, khususnya pertambangan dan perkebunan, seiring dengan dorongan efisiensi energi. Perusahaan rutin mengalokasikan belanja modal sekitar Rp 100 miliar per tahun untuk pengembangan prototipe dan pemeliharaan fasilitas.