TREN.BISNISMARKET.COM - Kendaraan listrik (EV) sering diasosiasikan dengan perawatan yang lebih sederhana dibandingkan mobil konvensional. Namun, anggapan ini tidak sepenuhnya benar karena komponen vital seperti aki 12 volt tetap membutuhkan perhatian khusus dari pemiliknya.

Risiko muncul ketika mobil listrik dibiarkan terparkir dalam waktu yang sangat lama tanpa dioperasikan atau diisi dayanya secara berkala. Hal ini dapat memicu penurunan fungsi pada aki 12 volt yang merupakan penopang seluruh sistem elektronik kendaraan.

Aki kecil ini memegang peranan krusial dalam mengaktifkan berbagai fitur modern pada mobil listrik. Jika aki soak, fitur seperti electronic shifter dan sistem penguncian pintu bisa mengalami gangguan fungsi serius.

Masalah yang lebih jauh adalah potensi mobil tidak dapat dinyalakan sama sekali jika pasokan daya aki utama ini habis total. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bagi pengguna yang jarang mengendarai unit mereka.

Pendiri EVSafe, Mahaendra Gofar, menyoroti bahwa banyak pengguna belum menyadari keberadaan aki kecil ini layaknya mobil biasa. Aki 12 volt ini sangat vital untuk menjaga sistem utama tetap siaga.

"Kalau mobil listrik ditinggal terlalu lama dan aki 12 volt-nya soak, semua sistem elektronik bisa mati total. Akibatnya mobil tidak bisa dioperasikan seperti biasa," ujar Gofar.

Ketergantungan sistem transmisi elektronik pada daya aki 12 volt juga menjadi perhatian utama. Jika aki mati total, tuas pemindah gigi tidak akan merespons karena perpindahan ke posisi netral memerlukan asupan listrik.

"Karena sistem transmisinya elektronik, perpindahan ke posisi netral juga membutuhkan daya. Jadi kalau aki mati total, mobil bisa sulit dipindahkan," kata Gofar menambahkan.

Meskipun demikian, mayoritas pabrikan mobil listrik modern telah membekali produk mereka dengan teknologi cerdas untuk mitigasi risiko ini. Fitur ini dirancang untuk menjaga stabilitas tegangan aki secara mandiri.