TREN.BISNISMARKET.COM - Pergerakan harga aset kripto XRP saat ini tengah memasuki periode yang sangat menentukan bagi investor dan pelaku pasar. Momen krusial ini terjadi pada awal bulan Juli tahun 2026, menandakan pentingnya pemantauan ketat terhadap pergerakan harga selanjutnya.

Secara spesifik, harga aset digital yang dikenal dengan simbol XRP ini sempat menyentuh level harga signifikan, yaitu mencapai US$1,04. Nilai tersebut jika dikonversikan ke mata uang lokal setara dengan sekitar Rp18.723 berdasarkan kurs saat itu.

Namun, tren kenaikan yang diharapkan belum sepenuhnya terwujud, mengingat adanya tekanan jual yang masih cukup kuat di pasar jangka pendek. Data menunjukkan adanya pelemahan yang tercatat dalam periode 24 jam terakhir.

Dalam kurun waktu sehari terakhir, aset kripto XRP dilaporkan mengalami penurunan sebesar 0,82 persen dari harga penutupan sebelumnya. Angka ini mengindikasikan bahwa sentimen pasar masih cenderung bearish atau negatif untuk sementara waktu.

Kondisi pelemahan ini tampak semakin jelas apabila dilihat dalam rentang waktu yang lebih panjang yaitu dalam sepekan penuh. Penurunan akumulatif selama tujuh hari terakhir tercatat mencapai 6,03 persen dari harga tertinggi pekan itu.

Kondisi penurunan berkelanjutan ini secara tegas menandakan bahwa tekanan jual masih mendominasi pergerakan pasar kripto XRP. Para analis perlu mencermati apakah level dukungan kritis akan mampu menahan laju penurunan ini lebih lanjut.

Dikutip dari sumber berita terkait, pergerakan harga XRP memasuki fase kritis pada awal Juli 2026 setelah menyentuh area US$1,04, setara Rp18.723.

Dilansir dari sumber tersebut, aset kripto ini tercatat melemah dalam 24 jam terakhir sebesar 0,82 persen dan turun 6,03 persen dalam sepekan, menandakan tekanan jual masih mendominasi pasar jangka pendek.

Keterangan ini menggarisbawahi betapa krusialnya posisi harga XRP saat ini, di mana investor menanti konfirmasi arah pergerakan berikutnya, apakah akan terjadi pemulihan atau justru koreksi yang lebih dalam.