TREN.BISNISMARKET.COM - PT Solusi Sinergi Digital Tbk. (WIFI) baru-baru ini mengumumkan perubahan signifikan dalam struktur kepengurusan perusahaan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Perubahan ini mencakup penunjukan posisi strategis, termasuk Komisaris Utama dan Direktur Utama.

Perubahan komposisi kepengurusan ini merupakan hasil persetujuan yang telah dicapai dalam RUPST tersebut, menandai langkah baru bagi manajemen perusahaan ke depan. Hal ini disampaikan WIFI melalui keterbukaan informasi resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) baru-baru ini.

Dari sisi Dewan Komisaris, RUPST memutuskan untuk mengangkat Hashim S. Djojohadikusumo sebagai Komisaris Utama Perseroan. Selain itu, Fadel Muhammad juga diangkat untuk menempati posisi sebagai Komisaris dalam jajaran tersebut.

Sementara itu, untuk posisi Direksi, RUPST menunjuk Hendrik Tee sebagai Direktur Utama yang baru. Manajemen juga menunjuk Henny Santoso untuk mengisi posisi sebagai Direktur Perseroan dalam struktur direksi yang baru.

Manajemen perusahaan menyatakan bahwa penyesuaian susunan pengurus ini dilakukan untuk memperkuat kepemimpinan dan meningkatkan kualitas tata kelola perusahaan secara keseluruhan. Langkah ini diharapkan dapat memberikan dampak positif pada operasional perusahaan.

"Dengan komposisi Direksi dan Dewan Komisaris yang semakin solid, Perseroan berada pada posisi yang lebih kuat untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan strategis, pelaksanaan strategi, tata kelola, dan fungsi pengawasan, sekaligus mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan serta menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi tersebut, Rabu (1/7/2026).

Selain agenda pergantian pengurus, RUPST juga menyepakati pembagian dividen tunai kepada seluruh pemegang saham perusahaan. Total dividen yang akan dibagikan mencapai Rp10,6 miliar.

Nilai dividen tunai tersebut setara dengan nominal Rp2,- per saham yang akan diterima oleh setiap pemegang saham WIFI. Keputusan ini dianggap sebagai bentuk apresiasi dari manajemen terhadap dukungan para pemegang saham.

"Keputusan ini mencerminkan komitmen kuat Perseroan untuk memberikan nilai tambah yang berkelanjutan sekaligus menjadi bentuk apresiasi atas dukungan para pemegang saham seiring dengan pertumbuhan kinerja usaha yang kokoh sepanjang tahun 2025," tambah manajemen.