TREN.BISNISMARKET.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa positif pada penutupan sesi perdagangan pertama hari Rabu, 1 Juni 2026. Meskipun demikian, dinamika pasar diselimuti oleh aksi jual bersih (net sell) yang dilakukan oleh investor asing sepanjang sesi tersebut.

Aksi jual asing ini menjadi sorotan utama, sebab total dana keluar yang tercatat mencapai angka Rp 349 miliar hingga pertengahan hari perdagangan. Hal ini menandakan bahwa sentimen kehati-hatian masih mewarnai langkah pelaku pasar global terhadap pasar saham domestik.

Secara agregat, aktivitas transaksi asing pada sesi I menunjukkan bahwa mereka melakukan pembelian senilai total Rp 1,9 triliun. Sementara itu, nilai penjualan yang dilakukan oleh investor asing tercatat lebih besar, yaitu mencapai Rp 2,3 triliun.

Fokus utama aksi jual bersih asing ini terlihat terkonsentrasi pada sektor perbankan yang merupakan saham-saham unggulan di bursa. Sektor ini secara historis kerap menjadi barometer pergerakan dana asing dalam dan luar negeri.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi emiten yang paling banyak mengalami tekanan jual bersih oleh investor asing pada sesi I. Nilai net foreign sell untuk saham BBRI tercatat sebesar Rp 224,7 miliar.

Posisi kedua emiten dengan net sell terbesar ditempati oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), yang mencatatkan pelepasan saham oleh asing sebesar Rp 162,5 miliar. Keduanya mengindikasikan adanya pergeseran alokasi dana dari saham perbankan besar.

Tidak hanya dua bank BUMN tersebut, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) juga masuk dalam jajaran saham yang dilepas asing dengan nilai net sell mencapai Rp 58,4 miliar. Selain itu, emiten bank jumbo lainnya, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), juga mencatat net sell sebesar Rp 50,4 miliar.

Dilansir dari CNBC Indonesia, tercatat bahwa "saham perbankan masih mendominasi daftar 10 saham dengan net sell asing terbesar" sepanjang sesi pertama berlangsung. Hal ini menunjukkan konsentrasi aksi jual asing pada sektor tersebut.

Meskipun terjadi arus keluar dana, IHSG berhasil menguat sebesar 0,84% pada akhir sesi I, menunjukkan adanya pembelian domestik yang cukup kuat menahan tekanan jual asing. Beberapa saham justru menjadi favorit beli investor asing.