TREN.BISNISMARKET.COM - Serangan siber yang mengguncang sektor energi Amerika Latin dilaporkan telah berhasil membobol data milik Ecopetrol, perusahaan energi negara Kolombia. Peristiwa ini mengakibatkan tercurinya informasi yang terhubung dengan sekitar 3.300 akun pengguna.
Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran mengenai potensi dampak finansial dan operasional bagi perusahaan energi terbesar di Kolombia tersebut. Ecopetrol sendiri belum dapat memberikan jaminan penuh mengenai tidak adanya kerugian material akibat insiden ini.
Hingga Jumat, 17 Juli 2026, Ecopetrol menyatakan belum mendeteksi adanya gangguan signifikan terhadap operasional dan kapasitas produksinya. Dampak keuangan secara langsung pun belum teridentifikasi oleh pihak perusahaan.
Dikutip dari Reuters, Sabtu (18/7/2026), para peretas hingga kini belum mempublikasikan data yang berhasil mereka curi dari sistem Ecopetrol.
Ecopetrol memegang peranan penting dalam lanskap energi Amerika Latin sebagai salah satu produsen terbesar. Perusahaan ini berkontribusi lebih dari 60% terhadap total produksi hidrokarbon di Kolombia.
Pihak Ecopetrol mengakui bahwa identitas pelaku serangan siber tersebut masih belum berhasil diungkap. Meskipun demikian, para peretas telah melayangkan tuntutan pemerasan dan mengancam akan menyebarkan informasi yang diretas.
Peristiwa ini berdampak pada lingkungan penyimpanan data berbasis cloud yang digunakan oleh 15 anak perusahaan Ecopetrol, termasuk perusahaan induknya. Meskipun demikian, upaya serangan ransomware telah berhasil digagalkan.
"Kami masih terus mengevaluasi potensi paparan data akibat insiden ini," ujar perwakilan Ecopetrol. Potensi data yang terdampak dapat mencakup informasi rahasia perusahaan, data internal, hingga informasi pribadi pengguna.
Perusahaan energi tersebut memberikan peringatan serius bahwa insiden ini berpotensi menimbulkan kerugian material yang signifikan. Dampaknya dapat merujuk pada bisnis, reputasi, hasil operasional, serta kondisi keuangan Ecopetrol secara keseluruhan.