TREN.BISNISMARKET.COM - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja untuk memantau perkembangan pembangunan salah satu proyek infrastruktur strategis nasional, yaitu Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) yang menghubungkan Palembang dan Jambi. Proyek ini saat ini sedang dalam tahap percepatan untuk segera rampung.
Dalam peninjauannya, Gibran memfokuskan perhatian pada dua ruas utama yang menjadi tulang punggung konektivitas, yaitu Jalan Tol Palembang–Betung dan Jalan Tol Betung–Tempino–Jambi. Pembangunan kedua ruas ini diharapkan dapat memberikan dorongan signifikan bagi pertumbuhan ekonomi di sepanjang koridor Trans Sumatra.
"Percepatan pembangunan yang telah dilakukan, khususnya pada Jembatan Musi V, menunjukkan perkembangan yang baik. Terakhir saya berkunjung pada September 2025, dan hari ini kembali pada Juli 2026 untuk melihat perkembangan yang telah dicapai," ujar beliau.
Progres konstruksi Jalan Tol Palembang–Betung yang membentang sepanjang 69,19 kilometer dilaporkan telah mencapai angka 85,54%. Sementara itu, pembebasan lahan untuk proyek yang sama juga menunjukkan kemajuan signifikan dengan realisasi mencapai 88,43%.
Jalan Tol Palembang–Betung sendiri terbagi menjadi tiga seksi utama untuk mempermudah pelaksanaannya, yaitu Seksi 1 Palembang–Rengas (21,5 km), Seksi 2 Rengas–Pangkalan Balai (33 km), dan Seksi 3 Pangkalan Balai–Betung (14,69 km).
Sementara itu, proyek Jalan Tol Betung–Tempino–Jambi memiliki rancangan total panjang mencapai 170,73 kilometer. Ruas tol ini pun turut terbagi menjadi tiga seksi, di mana sebagian di antaranya telah beroperasi dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.
Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, menyatakan komitmen manajemen perusahaan untuk terus memacu penyelesaian pekerjaan fisik pada koridor tol ini.
"Perseroan terus mengedepankan kualitas konstruksi, aspek keselamatan kerja, serta tata kelola proyek yang baik," tegas Iwan Hermawan. Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi erat dengan para pemangku kepentingan terus diperkuat demi tercapainya target di lapangan.
Dikutip dari keterangan tertulis, Iwan Hermawan juga menyampaikan, "Dengan beroperasinya kedua ruas tersebut secara penuh, konektivitas antara Sumatra Selatan dan Jambi akan semakin baik, waktu tempuh perjalanan menjadi lebih singkat, distribusi logistik semakin efisien, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di sepanjang koridor Jalan Tol Trans Sumatra."