TREN.BISNISMARKET.COM - Pada tahun 2026 mendatang, fenomena iklim El Nino diprediksi akan kembali mengancam, memicu kekhawatiran terhadap ketahanan sektor pertanian Indonesia. Kekhawatiran ini mendorong pelaku industri dan pemangku kepentingan untuk mulai menyusun strategi mitigasi guna meminimalisir potensi kerugian.

Menghadapi ancaman iklim tersebut, para pelaku usaha di sektor kelapa sawit telah mengambil langkah proaktif dalam merancang berbagai skema mitigasi risiko. Langkah ini diambil sebagai bentuk kesiapsiagaan industri terhadap perubahan pola cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi produktivitas perkebunan.

Asosiasi yang mewakili industri sawit, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), telah menyiapkan rencana kontingensi khusus. Rencana ini berfokus pada upaya menjaga kesinambungan produksi meskipun terjadi gangguan cuaca signifikan akibat El Nino.

Dampak nyata dari El Nino yang diperkirakan terjadi pada tahun 2026 ini, menurut proyeksi awal, baru akan terasa signifikan pada periode tahun 2027 hingga 2028 mendatang. Periode ini diprediksi akan membawa potensi penurunan volume produksi komoditas unggulan tersebut.

"Pelaku usaha sawit (Gapki) siapkan mitigasi, dampak produksi baru terasa 2027-2028 dengan potensi penurunan," merupakan pernyataan yang menegaskan keseriusan industri dalam menghadapi tantangan iklim ini. Hal ini menggarisbawahi bahwa persiapan dilakukan jauh hari sebelum dampak puncak diperkirakan terjadi.

Sementara sektor sawit fokus pada mitigasi produksi, sektor pangan utama lainnya, yaitu beras, menunjukkan optimisme mengenai ketersediaan stok nasional. Perhimpunan Petani Petani Indonesia (Perpadi) memberikan jaminan terkait stabilitas pasokan beras di dalam negeri.

Kesiapan stok beras ini menjadi kabar baik di tengah potensi gejolak iklim yang dapat mengganggu rantai pasok pangan. Hal ini menunjukkan adanya koordinasi dan kesiapan dari berbagai subsektor pertanian dalam menghadapi potensi krisis.

"Perpadi menilai stok beras aman," kata perwakilan dari Perpadi, memberikan kepastian kepada publik mengenai kecukupan kebutuhan pokok masyarakat di tengah antisipasi datangnya El Nino. Jaminan ini didasarkan pada evaluasi stok yang telah dilakukan oleh organisasi tersebut.

Strategi yang disiapkan oleh Gapki meliputi optimalisasi manajemen air dan pemilihan varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kekeringan. Langkah-langkah teknis ini diharapkan dapat membatasi tingkat penurunan hasil panen di masa depan.