TREN.BISNISMARKET.COM - Perkembangan industri teknologi global mengindikasikan potensi kenaikan harga pada berbagai perangkat elektronik, termasuk ponsel pintar dan laptop, yang diperkirakan akan mulai terasa hingga tahun 2027 mendatang.
Hal ini dipicu oleh rencana perusahaan semikonduktor terkemuka asal Taiwan, TSMC, untuk menaikkan tarif manufaktur chip mereka. Kenaikan tarif ini dilaporkan akan berlaku mulai awal tahun 2027.
Perundingan terkait penyesuaian harga chip tersebut telah berlangsung sejak bulan Juni dan rampung pada bulan Juli 2026. Kenaikan ini tidak hanya menyasar teknologi fabrikasi mutakhir, namun juga mencakup node manufaktur yang lebih lama.
Teknologi fabrikasi yang akan mengalami penyesuaian harga mencakup berbagai ukuran, mulai dari prosesor _flagship_ hingga node 12nm, 16nm, dan 28nm. Semua ini diprediksi akan mengalami kenaikan tarif hingga 10 persen.
Implikasi dari kenaikan harga ini sangat luas, tidak hanya terbatas pada _chipset_ _smartphone_ terbaru. Komponen untuk tablet, laptop, _smartwatch_, kendaraan, perangkat jaringan, hingga peralatan rumah tangga pun berpotensi merasakan dampaknya.
TSMC beralasan bahwa langkah ini diambil sebagai respons terhadap peningkatan biaya bahan baku dan peralatan manufaktur. Selain itu, pembangunan fasilitas produksi baru di luar wilayah Taiwan juga turut berkontribusi pada membengkaknya biaya operasional perusahaan.
Saat ini, TSMC tengah gencar memperluas kapasitas produksinya di berbagai negara, dengan fokus utama di Amerika Serikat. Investasi besar senilai USD265 miliar, atau setara dengan Rp4.744,5 triliun, dialokasikan untuk pembangunan pabrik _chip_ dan fasilitas pengemasan yang lebih canggih.
Kenaikan harga yang akan diberlakukan oleh TSMC berpotensi memberikan tekanan tambahan bagi para pelanggannya. Perusahaan teknologi raksasa seperti Apple, Nvidia, Qualcomm, AMD, dan Intel merupakan beberapa pelanggan utama yang mengandalkan manufaktur chip dari TSMC.
"Produsen chip biasanya memiliki beberapa pilihan ketika biaya produksi meningkat. Mereka dapat menyerap kenaikan tersebut dengan mengurangi margin keuntungan atau meneruskannya kepada produsen perangkat dengan mematok harga jual yang lebih mahal," demikian penjelasan mengenai strategi penetapan harga di industri ini.