TREN.BISNISMARKET.COM - Pemerintah Indonesia tengah meningkatkan kewaspadaannya terhadap potensi lonjakan inflasi yang dipicu oleh fluktuasi harga pangan. Sektor ini kini menjadi fokus utama pergerakan harga yang berdampak pada perekonomian nasional, berbeda dengan periode sebelumnya yang lebih terfokus pada komoditas emas.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengemukakan bahwa pemantauan ketat dilakukan terhadap berbagai komoditas pangan utama. Tekanan inflasi yang sebelumnya didominasi oleh kenaikan harga emas, kini telah bergeser secara signifikan ke sektor pangan.
"Kalau di periode yang lalu kan kita lihat emas naik, tapi kita lihat sudah turun, yang masih meningkat itu volatile food sehingga volatile food termasuk bawang putih itu perlu ditangani secara baik," ujar Airlangga usai menghadiri rapat koordinasi P2DD di Kantor Kemenko Perekonomian pada Selasa (14/7/2026).
Selain isu fluktuasi harga komoditas pokok, Airlangga juga menyoroti dampak kenaikan harga bahan baku kemasan plastik terhadap biaya produksi dan harga jual produk makanan di tingkat konsumen. Kenaikan ini menjadi salah satu faktor yang perlu segera diatasi.
Untuk meredam potensi kenaikan harga yang lebih luas, pemerintah mendorong percepatan penerbitan aturan terkait pembebasan bea masuk impor untuk produk plastik yang digunakan sebagai kemasan. Langkah ini diharapkan dapat meringankan beban biaya bagi produsen.
"Itu sangat berpengaruh terhadap kontribusi [inflasi], karena seluruh makanan kan ada plastic packaging-nya," tegas Airlangga.
Pemerintah sendiri sebelumnya telah mengumumkan rencana untuk membebaskan bea masuk impor dengan tarif 0% untuk sejumlah produk plastik kemasan sejak akhir April 2026. Namun, hingga kini, peraturan menteri keuangan yang mengatur hal tersebut belum kunjung diterbitkan.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menekankan pentingnya peningkatan koordinasi lintas kementerian. Kolaborasi yang lebih intensif, khususnya dengan Kementerian Perdagangan, dinilai krusial untuk menstabilkan harga bawang putih dan minyak goreng.
"Kalau untuk masalah beras, ada beberapa daerah yang malah ada kenaikan, ini juga harus cepat ditangani," jelas Tito usai rapat koordinasi.