TREN.BISNISMARKET.COM - Pemerintah Indonesia mengambil sikap tegas untuk tidak menaikkan tarif pajak dalam kurun waktu menengah. Keputusan ini diambil demi menjaga stabilitas iklim investasi yang krusial bagi pemulihan ekonomi nasional. Fokus utama kini beralih pada penguatan penerimaan negara melalui perluasan basis perpajakan yang inovatif.
Langkah strategis ini diungkapkan langsung oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di hadapan para legislator. Kebijakan ekstensif ini dirancang agar geliat ekonomi dan dunia usaha tetap terjaga tanpa dibebani kenaikan tarif pajak yang memberatkan.
"Mengenai strategi jangka menengah pemerintah untuk memperkuat basis penerimaan negara, dapat kami sampaikan dalam jangka menengah strategi perpajakan diarahkan pada perluasan basis tanpa semata-mata menaikkan tarif," ujar Purbaya saat menanggapi pandangan fraksi di DPR RI. Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Paripurna DPR ke-25 Masa Persidangan V di Jakarta.
Pemanfaatan data dan teknologi canggih menjadi kunci dalam implementasi perluasan basis perpajakan ini. Instrumen digital yang disiapkan secara khusus akan menjangkau sektor-sektor yang selama ini belum tersentuh secara optimal.
Sektor-sektor yang menjadi sasaran perluasan basis perpajakan meliputi ekonomi digital, ekonomi bayangan (shadow economy), serta sektor informal yang potensinya masih besar untuk digali.
Selain mengoptimalkan penerimaan dari sektor pajak, pemerintah juga memperkuat lini kepabeanan dan cukai. Upaya ini dilakukan melalui digitalisasi layanan dan pengawasan yang lebih ketat.
Peningkatan audit, penindakan tegas terhadap pelanggaran, serta pemberantasan impor ilegal dan peredaran barang kena cukai ilegal menjadi prioritas untuk menggenjot pendapatan negara.
Seluruh rangkaian pengetatan pengawasan dan perluasan objek pungutan ini dipastikan berjalan selaras dengan fungsi fasilitasi ekonomi. Pemerintah tetap berkomitmen menjaga iklim investasi, mendukung ekspor, dan memperlancar kegiatan usaha.
"Dikutip dari Antara, Rabu (15/7/2026), Purbaya menjelaskan bahwa pemanfaatan data dan teknologi canggih akan menjadi instrumen utama untuk menjangkau sektor-sektor yang belum maksimal tergarap, seperti ekonomi digital dan shadow economy," kata Purbaya.