TREN.BISNISMARKET.COM - PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) mengumumkan langkah strategis korporasi yang signifikan terkait dengan bisnis pertambangan mereka. Perusahaan yang sebelumnya dikenal dengan kode saham BIPI ini memutuskan untuk melakukan divestasi saham pada salah satu anak usahanya.

Langkah divestasi ini menyasar kepemilikan saham sebesar 99,90% pada PT Sintesa Bara Gemilang (SBG). Transaksi ini merupakan bagian dari restrukturisasi aset yang dilakukan oleh manajemen perusahaan.

Nilai total dari transaksi divestasi saham anak usaha tambang batubara tersebut diperkirakan mencapai Rp 1,78 triliun. Angka ini mencerminkan valuasi yang ditetapkan untuk pengalihan kepemilikan mayoritas di SBG.

Informasi mengenai penjualan saham ini menegaskan bahwa transaksi tersebut dikategorikan sebagai transaksi material bagi BIPI. Oleh karena itu, proses ini tidak dapat dilaksanakan tanpa melalui mekanisme persetujuan pemegang saham.

Keputusan untuk melepaskan mayoritas saham SBG ini menuntut adanya persetujuan resmi dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Persetujuan pemegang saham adalah syarat mutlak agar transaksi ini dapat terealisasi sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Dikutip dari informasi yang disampaikan perusahaan, disebutkan bahwa "BIPI divestasi 99,90% saham anak usaha PT Sintesa Bara Gemilang (SBG) senilai Rp 1,78 triliun."

Lebih lanjut, mengenai status finalisasi langkah korporasi ini, ditegaskan bahwa "Transaksi material ini wajib disetujui RUPSLB." Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya dukungan mayoritas pemegang saham untuk eksekusi rencana divestasi tersebut.

Divestasi ini berpotensi mengubah peta kepemilikan aset strategis BIPI, khususnya di sektor energi dan sumber daya mineral. Pemegang saham akan menantikan agenda RUPSLB untuk mengetahui detail lebih lanjut mengenai valuasi dan prospek masa depan perusahaan pasca-transaksi.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Industri.kontan. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.