TREN.BISNISMARKET.COM - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengumumkan rencana strategis untuk mengembalikan fungsi Stasiun Gambir sebagai stasiun yang melayani perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) selain melayani Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ). Keputusan ini menandai upaya menghidupkan kembali kebijakan yang sempat dihentikan sekitar 14 tahun lalu demi efisiensi operasional.
Sebelumnya, Stasiun Gambir telah berfungsi ganda melayani KRL dan KAJJ sejak pembangunan jalur layang diresmikan pada tahun 1992. Namun, pasca-Lebaran tahun 2012, layanan KRL di stasiun ikonik tersebut dihentikan untuk menanggulangi kepadatan penumpang dan mensterilkan area layanan utama.
Langkah revitalisasi layanan ini disampaikan sebagai bagian dari upaya penataan kawasan strategis ibu kota sekaligus penguatan konektivitas antarmoda transportasi publik. Program ini terintegrasi dalam rencana besar beautifikasi Stasiun Gambir yang sedang digalakkan.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) ditunjuk sebagai operator utama yang akan memimpin proyek beautifikasi Stasiun Gambir ini. Pemerintah menargetkan stasiun tersebut dapat menjelma menjadi wajah baru yang representatif bagi layanan perkeretaapian nasional di masa mendatang.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengonfirmasi rencana integrasi layanan tersebut dalam pernyataannya. "Nanti Gambir yang selama ini melayani kereta jarak jauh akan dikombinasi dengan layanan KRL,” ujarnya, dikutip pada Sabtu (27/6/2026).
Integrasi ini diharapkan dapat mempermudah proses perpindahan penumpang (transfer) dalam satu area yang sama, menghilangkan keharusan penumpang KRL untuk turun di Stasiun Gondangdia atau Juanda jika tujuannya adalah Gambir.
Menhub Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa pengaktifan kembali KRL di Gambir tidak akan mengurangi peran vital Stasiun Manggarai sebagai simpul utama perkeretaapian nasional. Kehadiran layanan KRL di Gambir justru ditujukan untuk memperkuat jejaring konektivitas antarlayanan yang sudah ada.
Mengenai fungsi ganda yang akan diterapkan, Menhub menjelaskan bahwa konsepnya adalah saling melengkapi operasional. "Manggarai tetap. Gambir itu untuk memberikan bagaimana kita melayani masyarakat. Ada konektivitasnya. Jadi KRL berhenti, kemudian juga bisa dilayani oleh kereta jarak jauh," ujarnya.
Saat ini, pemerintah bersama operator masih dalam tahap perhitungan mengenai alokasi pasti jumlah perjalanan KRL dan KAJJ yang akan dilayani secara bersamaan di Stasiun Gambir. Meskipun demikian, integrasi kedua jenis layanan ini sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari rencana pengembangan stasiun ke depan.