TREN.BISNISMARKET.COM - Seorang siswa kelas 6 Sekolah Dasar Negeri 3 Genengsari di Boyolali, Jawa Tengah, telah menorehkan prestasi luar biasa dengan menerima apresiasi resmi dari National Aeronautics and Space Administration (NASA). Prestasi ini membuktikan bahwa usia muda bukanlah halangan untuk berkontribusi pada dunia teknologi global.
Siswa yang berhasil meraih penghargaan dari lembaga antariksa ternama dunia tersebut adalah Ibrahim Al Abrar, yang kini berusia 12 tahun. Ia menerima surat apresiasi resmi dari NASA pada tanggal 9 Juli 2026.
Penghargaan ini diberikan melalui program Vulnerability Disclosure Policy (VDP) NASA. Program ini dirancang sebagai wadah bagi para peneliti keamanan untuk melaporkan kerentanan pada sistem secara bertanggung jawab.
"Kemarin bisa dapat sertifikat NASA itu karena nyari kerentanan di web NASA. Menemukan broken link hijacking. Terus dilaporkan lewat VDP. Lapornya sebenarnya sudah hampir 2 bulan, tapi baru dibalas tanggal 9 Juli, dapat sertifikat itu," ujar ayah Ibrahim, Aminudin Salas, dikutip dari Metrotvnews.
"Setelah laporan tersebut diverifikasi, pihak NASA mengirimkan surat sebagai tanda penghargaan atas upaya dalam mendeteksi kerentanan tersebut dan membantu meningkatkan keamanan sistem mereka. Alhamdulillah, senang," tambah Aminudin, dikutip dari sumber lain.
Proses pelaporan dan verifikasi celah keamanan ini ternyata tidak berjalan mulus. Aminudin mengungkapkan bahwa laporan yang dikirimkan Ibrahim memerlukan beberapa kali percobaan sebelum akhirnya diterima dan diakui oleh pihak NASA.
"Prosesnya tidak mudah. Sudah beberapa kali kirim laporan. Ada yang ditolak, ada yang dianggap duplikat," ungkapnya.
Celah keamanan yang berhasil ditemukan oleh Ibrahim adalah jenis "broken link hijacking". Temuan ini menarik perhatian karena belum pernah dilaporkan oleh peneliti siber lainnya sebelumnya dan memiliki potensi risiko yang fatal.
Risiko fatal dari celah keamanan ini adalah kemampuannya untuk dimanfaatkan oleh penjahat siber guna membuat tautan phishing yang mengatasnamakan NASA. Hal ini dapat merusak kepercayaan publik terhadap lembaga tersebut.