TREN.BISNISMARKET.COM - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN) tengah menjajaki kemungkinan untuk mengakuisisi portofolio kredit konsumer dari bank lain. Langkah ini merupakan bagian dari strategi ekspansi anorganik perseroan di sektor perbankan.

Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, mengonfirmasi adanya pembicaraan awal terkait wacana akuisisi tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa rencana ini masih dalam tahap penjajakan dan belum ada kesepakatan transaksi yang konkret.

"Kita ada bicara dengan bank lain, tapi belum ada arah transaksi Jadi baru ngobrol-ngobrol," ujar Nixon seusai acara paparan kinerja per 30 Juni 2026 di Menara BTN 2 pada Kamis (16/7/2026).

Saat ini, segmen kredit konsumer menjadi fokus utama dalam penjajakan akuisisi portofolio tersebut. Jika pembicaraan berjalan lancar, Nixon memperkirakan rencana akuisisi ini bisa terealisasi pada tahun mendatang.

Sementara itu, BTN juga akan melanjutkan tahap kedua akuisisi portofolio kredit dari PT Bank SMBC Indonesia Tbk. (BTPN). Nilai akuisisi tahap kedua ini diperkirakan mencapai Rp7,3 triliun.

Nixon menyatakan bahwa transaksi akuisisi portofolio BTPN tersebut dijadwalkan akan dilaksanakan pada bulan Agustus mendatang. Kesepakatan ini diharapkan dapat menambah basis nasabah BTN secara signifikan.

Transaksi ini diproyeksikan akan membawa sekitar 344.600 nasabah baru bagi BTN. Nixon menambahkan bahwa imbal hasil yang diharapkan dari para nasabah baru ini dinilai cukup baik.

Lebih lanjut, Nixon menilai bahwa akuisisi ini tidak hanya akan meningkatkan profitabilitas, tetapi juga membuka peluang untuk melakukan cross-selling berbagai produk unggulan BTN. Hal ini mencakup layanan Bale by BTN, pembiayaan payroll, dan berbagai layanan perbankan lainnya.

"Kami meyakini bahwa kombinasi pertumbuhan organik dan anorganik ini akan memacu dan juga mendorong pertumbuhan kita jauh lebih baik ke depannya," tutur Nixon.