TREN.BISNISMARKET.COM - Perdagangan bursa saham Asia-Pasifik pada Senin (13/7/2026) dibuka dengan tren penguatan yang cukup signifikan. Penguatan ini terjadi meskipun sentimen pasar global masih dibayangi oleh berbagai ketegangan geopolitik yang belum terselesaikan.

Para investor global tampaknya memilih untuk sementara mengabaikan risiko geopolitik yang ada. Fokus utama mereka kini beralih pada antisipasi rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang akan datang. Selain itu, musim laporan keuangan emiten kuartal kedua tahun 2026 juga menjadi perhatian utama.

Di pasar Jepang, indeks Nikkei 225 mencatatkan kenaikan sebesar 0,28%, sementara indeks Topix menguat tipis 0,72%. Di Korea Selatan, indeks Kospi berhasil bertambah 0,58%.

Sementara itu, indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq di Korea Selatan menunjukkan lonjakan yang cukup impresif, mencapai 1,84%. Di sisi lain, indeks S&P/ASX 200 Australia dibuka relatif datar tanpa pergerakan yang berarti.

Ben Emons, pendiri Fed Watch Advisors, mengemukakan bahwa potensi penutupan Selat Hormuz masih menjadi faktor yang membebani sentimen pasar secara keseluruhan. Namun, menurutnya, selama belum ada prospek nyata yang mengarah pada penutupan jalur pelayaran vital tersebut dalam beberapa bulan ke depan yang berpotensi memicu krisis energi global, perhatian investor akan tetap terfokus pada indikator ekonomi AS.

"Selama belum ada prospek nyata penutupan jalur pelayaran tersebut dalam beberapa bulan ke depan yang dapat memicu krisis energi global, perhatian investor akan lebih tertuju pada data inflasi AS, perkembangan kebijakan moneter, serta musim laporan keuangan perbankan," ujar Ben Emons.

Musim laporan keuangan di Wall Street diprediksi akan menjadi sorotan utama pada pekan ini. Sejumlah bank besar di Amerika Serikat dijadwalkan merilis kinerja keuangan mereka.

Perusahaan-perusahaan raksasa seperti JPMorgan Chase, Goldman Sachs, Morgan Stanley, Bank of America, Citigroup, dan Wells Fargo termasuk di antara 28 perusahaan anggota indeks S&P 500 yang akan mengumumkan hasil kuartal II-2026 mereka.

Selain sektor perbankan, para pelaku pasar juga menantikan laporan keuangan dari sejumlah perusahaan besar lainnya. Nama-nama seperti Netflix, Johnson & Johnson, dan UnitedHealth juga berada dalam daftar emiten yang akan merilis kinerja keuangannya.