TREN.BISNISMARKET.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengukir zona penguatan pada perdagangan sesi pertama hari Senin, 13 Juli 2026. Pada pukul 12:39 WIB, IHSG tercatat bertengger di level 5.930.

Namun, di sisi lain, pergerakan mata uang Rupiah menunjukkan tren pelemahan. Nilai tukar Rupiah tercatat menyentuh angka Rp 18.140 per Dolar Amerika Serikat.

Perkembangan pasar modal Indonesia ini menjadi sorotan utama dalam analisis pergerakan pasar. Ketidakpastian yang masih membayangi turut memengaruhi dinamika pergerakan indeks dan mata uang.

Untuk memahami lebih dalam mengenai sentimen pasar, Crysania Suhartanto melakukan ulasan mendalam. Ia berdiskusi dengan FX Analyst CNBC Indonesia, Elvan Chandra Widyatama.

Pembahasan tersebut disajikan dalam program Power Lunch di CNBC pada hari yang sama, Senin, 13 Juli 2026. Analisis ini bertujuan memberikan gambaran komprehensif mengenai kondisi pasar modal saat ini.

"Indeks Harga saham gabungan berhasil bergerak di zona penguatan pada perdagangan sesi I, Senin (13/07/2026) dan bertengger di level 5.930 pada pukul 12:39 WIB," ujar Crysania Suhartanto mengutip data pergerakan IHSG.

"Sementara Rupiah masih mencatatkan pelemahan hingga menyentuh level Rp 18.140 per Dolar As," tambahnya, merujuk pada kondisi mata uang Rupiah.

"Seperti apa Analisa pergerakan pasar modal RI? Selengkapnya simak ulasan Crysania Suhartanto dengan FX Analyst CNBC Indonesia, Elvan Chandra Widyatama dalam Power Lunch, CNBC (Senin, 13/07/2026)," demikian kutipan dari sumber asli yang mengajak pemirsa untuk menyimak analisis lebih lanjut.

Dikutip dari CNBC Indonesia, analisis mendalam mengenai pergerakan pasar modal ini diharapkan dapat memberikan panduan bagi para pelaku pasar. Ketidakpastian yang masih tinggi menjadi salah satu faktor penentu arah pergerakan IHSG ke depannya.