TREN.BISNISMARKET.COM - Pasar keuangan Indonesia saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan, termasuk memanasnya kembali situasi di Timur Tengah dan era suku bunga tinggi global. Selain itu, penilaian indeks global seperti MSCI dan S&P turut menjadi sorotan terhadap kondisi perekonomian nasional.
Menanggapi dinamika ini, Direktur Utama Yakin Bertumbuh Sekuritas, Rangga Raharja, memberikan pandangan optimis mengenai tekanan di pasar keuangan domestik. Ia menilai bahwa tekanan tersebut kini menunjukkan tanda-tanda berkurang.
"Tekanan di pasar keuangan RI sudah semakin berkurang," ujar Rangga Raharja.
Hal ini sejalan dengan tren stabilisasi harga minyak dunia yang kini berada di kisaran USD 70 per barel. Sebagai negara importir migas, pergerakan harga minyak global memiliki dampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia.
Selain faktor eksternal, kebijakan makroekonomi Indonesia juga dinilai masih terjaga dengan baik. Stabilitas ini termasuk dalam pengelolaan nilai tukar Rupiah yang menjadi salah satu indikator penting kesehatan ekonomi.
Meskipun ada indikasi perbaikan, kekhawatiran investor mengenai potensi penurunan status Indonesia ke Frontier Market masih mengemuka. Hal ini menuntut peran aktif dari otoritas pasar modal.
"Perlu peran otoritas dalam memenuhi aturan transparansi di bursa saham RI," jelas Rangga Raharja.
Fokus pada peningkatan transparansi di bursa saham menjadi krusial untuk mempertahankan dan meningkatkan kepercayaan investor internasional. Hal ini penting untuk menjaga posisi Indonesia di pasar modal global.
Informasi ini disampaikan dalam dialog antara Andi Shalini dengan Direktur Utama Yakin Bertumbuh Sekuritas, Rangga Raharja, pada program Power Lunch di CNBC, Senin, 13 Juli 2026.