TREN.BISNISMARKET.COM - PT Carsurin Tbk (CRSN) tengah mengarahkan strategi pertumbuhan bisnis yang signifikan sejalan dengan dinamika industri global menuju keberlanjutan dan elektrifikasi. Perusahaan berupaya memastikan relevansi bisnisnya dengan mengembangkan layanan yang sesuai dengan tuntutan pasar masa depan.
Fokus utama perusahaan saat ini adalah pada penyediaan layanan yang mendukung transisi energi, termasuk verifikasi emisi, ekosistem kendaraan listrik, dan transformasi digitalisasi dalam operasional mereka. Langkah strategis ini diambil untuk menangkap peluang pertumbuhan besar di sektor-sektor tersebut.
"Kami melihat peluang pertumbuhan yang sangat besar seiring meningkatnya kebutuhan terhadap layanan keberlanjutan, verifikasi emisi, ekosistem kendaraan listrik, dan transformasi digital," ujar Erwin dalam paparan publik yang dilaksanakan pada Kamis, 21 Mei 2026.
Dilansir dari Investasi, CRSN secara aktif mengembangkan portofolio layanan baru yang krusial bagi industri hilir. Layanan tersebut mencakup sertifikasi Gas Rumah Kaca (GRK), perdagangan karbon, hingga pengujian komponen penting seperti baterai kendaraan listrik dan bijih nikel.
Perusahaan juga memiliki visi jangka panjang untuk memperluas cakupan bisnis ke area lain yang mendukung transisi hijau. Sektor yang dibidik termasuk analisis jejak karbon, pengujian lingkungan, sertifikasi biomassa, serta layanan verifikasi dan validasi keberlanjutan industri secara menyeluruh.
Untuk mendukung perluasan layanan ini, Carsurin mengintegrasikan transformasi digital secara mendalam dalam operasionalnya. Hal ini diwujudkan melalui implementasi teknologi canggih seperti solusi drone otonom dan sistem analitik berbasis kecerdasan buatan (AI).
Selain inovasi teknologi, perusahaan juga menitikberatkan pada pengembangan sumber daya manusia melalui pendirian Carsurin Academy. Fasilitas ini bertujuan untuk meningkatkan standar kompetensi industri nasional dan dapat diakses oleh masyarakat umum.
Saat ini, infrastruktur operasional perusahaan terdiri dari 21 kantor cabang dan 18 laboratorium yang tersebar di wilayah strategis di seluruh Indonesia. Perusahaan juga terus memperkuat jaringannya dengan fasilitas baru.
"Kami turut mengembangkan fasilitas baru di Halmahera Sofifi, Morowali dan Pontianak guna memperkuat layanan sektor mineral dan nikel nasional," jelas Erwin.