TREN.BISNISMARKET.COM - Pesawat antariksa Tianwen-2 milik China berhasil mencapai asteroid Kamoʻoalewa setelah menempuh perjalanan lebih dari 1 miliar kilometer selama kurang lebih 400 hari. Objek angkasa mungil ini, yang berukuran puluhan meter dan berotasi setiap 30 menit, dikenal sebagai salah satu "bulan" kecil Bumi.

Keberhasilan ini menandai pencapaian rekor baru bagi badan luar angkasa China, yaitu mengunjungi objek terkecil yang pernah dijangkau oleh pesawat buatan manusia. Peristiwa ini menjadi indikator kuat pergeseran peta persaingan teknologi global.

Dahulu, Amerika Serikat dan tokohnya, Elon Musk, kerap dianggap berada di garis depan dalam eksplorasi luar angkasa. Namun, kini China telah menunjukkan kemajuan signifikan dan mendekat dengan pesat.

Misi Tianwen-2 yang diluncurkan pada Mei 2025 tidak hanya akan melintas dekat asteroid, tetapi juga akan melakukan observasi mendalam. Wahana ini akan berada di dekat Kamoʻoalewa selama hampir satu tahun untuk mempelajari susunan dan strukturnya secara detail.

Teknik pengambilan sampel permukaan menggunakan jangkar akan dicoba oleh Tianwen-2, di mana wahana akan mengunci diri pada permukaan lalu mengebornya menggunakan peralatan ultrasonik. Jika berhasil, China akan menjadi negara ketiga yang berhasil membawa pulang sampel asteroid dan yang pertama menguasai metode presisi tinggi ini.

"Keberhasilan Tianwen-2 membuat China makin dekat dari posisi negara adidaya baru di luar angkasa," demikian pernyataan yang disampaikan dalam artikel asli.

Pencapaian ini memperkuat posisi China sebagai kekuatan baru di luar angkasa. Sebelumnya, China juga sukses mengembangkan roket yang dapat digunakan berulang kali, serupa dengan Falcon milik SpaceX.

Lebih lanjut, stasiun luar angkasa Tiangong milik China diproyeksikan akan menjadi satu-satunya stasiun luar angkasa yang beroperasi di orbit setelah International Space Station dipensiunkan dalam beberapa tahun mendatang.

"Saingan utama China dalam teknologi luar angkasa saat ini bukan NASA, tetapi SpaceX milik Elon Musk," ungkap sumber dalam analisis tersebut. Kekayaan dan pengaruh Musk memang sangat bergantung pada dua pilar utamanya, yaitu Tesla dan SpaceX.