TREN.BISNISMARKET.COM - Bank Indonesia (BI) secara aktif menjajaki perluasan kerja sama transaksi keuangan lintas negara melalui sistem pembayaran QRIS. Langkah ini diharapkan dapat mempermudah transaksi bagi warga Indonesia saat bepergian ke luar negeri.

Fokus utama perluasan kerja sama ini mencakup negara-negara strategis seperti India, Arab Saudi, dan Hong Kong. Upaya ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan implementasi QRIS di negara-negara Asia lainnya.

Saat ini, pengguna QRIS sudah dapat melakukan transaksi lintas negara di beberapa negara, termasuk Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok. Penambahan negara baru akan semakin memperluas kemudahan.

Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, mengonfirmasi bahwa diskusi intensif sedang berlangsung dengan otoritas terkait di India, Arab Saudi, dan Hong Kong. Perkembangan ini menunjukkan keseriusan BI dalam memperluas ekosistem pembayaran digital.

"Kita saat ini terus melanjutkan diskusi dengan India untuk crossborder dengan India, dan kita juga sudah memulai diskusi secara mendalam dengan Saudi Arabia dan juga dengan Hong Kong," ungkap Filianingsih dalam konferensi pers virtual, Rabu (22/7/2026).

Meskipun demikian, Filianingsih menekankan bahwa penetapan jadwal pasti untuk implementasi kerja sama ini masih memerlukan pertimbangan matang. Kesiapan dari setiap negara mitra menjadi faktor krusial.

"Memang untuk implementasinya kita harus memperhatikan kesiapan dari masing-masing negara, tentunya kesiapan regulasi, infrastruktur, industri, dan juga koordinasi dengan otoritasnya," terangnya.

Pada kuartal II tahun 2026, tercatat nilai transaksi QRIS antarnegara secara net inbound mencapai angka signifikan sebesar Rp 1,52 triliun.

Capaian tersebut merupakan hasil dari transaksi inbound yang mencapai Rp 1,85 triliun, sementara transaksi outbound tercatat sekitar Rp 330 miliar.